SAMARINDA -- Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic mengapresiasi perjuangan tanpa lelah skuat berjuluk Juku Eja itu, saat memaksa Borneo FC Samarinda berbagi poin di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/11) pada laga pekan kesembilan BRI Super League 2026/27.
Menurutnya, Dusan Lagator dan kolega bermain sangat luar biasa, terutama saat harus bermain dengan 10 pemain sejak menit 64, karena Mufli Hidayat harus mandi lebih cepat. Kemudian, Stefan Jevtoski juga diusir lapangan pada menit 96.
Kehilangan dua pemain, kata Darije Kalezic, tidaklah mudah. Fisik pemain sangat terkuras, sebab melawan 11 pemain tim tuan rumah. Namun, semangat "Ewako" kembali ditunjukkan oleh anak asuhnya.
Mereka berjuang bak pertempuran di medan perang. Pelatih asal Swiss ini melihat, Kodai Tanaka dkk seperti siap mati dalam pertarungan demi mempertahankan skor 1-1, agar timnya bisa mmebawa oleh-oleh satu poin dari markas Borneo FC.
"Saya bisa bilang, pemain menunjukkan kemauan luar biasa untuk berjuang, semangat Ewako yang luar biasa dan saya pilir setelah kartu merah kedua, terjadi pertarungan dan pemain saya siap memberikan segalanya dan siap mati di lapangan untuk mempertahankan hasil tersebut," jelasnya.
Darije Kalezic bukan sebatas angkat topi terhadap perjuangan skuat PSM Makasaar, dia mengaku sangat bangga dan tersentuh hatinya melihat tim besutannya tampil dengan semangat tinggi. "Secara umum saya sangat bangga performa tim saya," tandasnya.
Tambahan satu poin tersebut sangat berarti bagi PSM Makasaar. Juku Eja kini telah mengemas 10 poin dan berada di posisi 13 klasemen sementara BRI Super League 2026/27.