Carlos Pena Soroti Penyelesaian Akhir Persita

Carlos Pena Soroti Penyelesaian Akhir Persita

8 November 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 PERSITA

SERANG -- Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, menyampaikan kekecewaannya setelah Pendekar Cisadane kalah 0-1 dari Isenmulang Kalteng FC dalam lanjutan pekan kesembilan BRI Super League 2026/27 di Banten International Stadium (BIS), Serang, Sabtu (7/11) malam.

Kekalahan tersebut menjadi yang pertama bagi Persita musim ini setelah sebelumnya mampu mempertahankan rekor tidak terkalahkan sejak partai pembuka.

Carlos Pena menilai timnya sebenarnya mampu menguasai permainan dan menciptakan sejumlah peluang. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.

“Saya kecewa dengan hasilnya karena menurut saya kami memiliki banyak peluang, kami mendominasi permainan, tetapi mereka juga bertahan dengan baik,” ujar Pena dalam sesi jumpa persnya usai laga.

“Mereka memainkan permainan yang mereka inginkan. Mereka memanfaatkan satu peluang di babak kedua dan setelah itu kami tidak memiliki kelancaran dalam permainan kami. Juga banyak kehilangan waktu yang sulit untuk memberikan kontinuitas dalam permainan. Dan akhirnya kami tidak bisa mencetak gol, kami kalah, kecewa, sedih, tetapi kami harus terus maju,” paparnya.

Menghadapi hasil mengecewakan tersebut, Pena menegaskan bahwa Persita harus melakukan evaluasi dan perbaikan dari internal tim sendiri.

Perbaikan penyelesaian akhir, peningkatan kekompakan, serta menjaga konsentrasi pertahanan menjadi sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian. “Ya hari ini saya pikir kami kurang akurat, kami memiliki peluang. Kami melakukan banyak umpan silang, kami memiliki aksi di lini kedua,” lanjut Pena.

“Sundulan langsung tepat sebelum gol yang mereka cetak, Aleksa memiliki dua peluang dengan sundulan. Kami memiliki tendangan sudut tetapi kami tidak dapat memanfaatkannya dengan akurat seperti di pertandingan lain, hari ini kami tidak memiliki satupun," ucapnya lagi.

"Tidak ada satupun pemain kami di lapangan yang memiliki akurasi yang baik dan kami tidak bisa mencetak gol, itulah sebabnya kami kalah. Bukan karena kami berpikir pada saat itu kami kekurangan ruang di kotak penalti, kami banyak melakukan umpan silang dan kami berpikir Alexa bisa membantu kami,” ungkapnya.