Finishing Jadi Masalah Madura United U16

Finishing Jadi Masalah Madura United U16

25 Oktober 2026

EPA ONE U16 2026-27 MADURA UNITED FC U16

SIDOARJO -- Madura United FC U16 masih kesulitan memaksimalkan peluang menjadi gol saat menghadapi Deltras FC U16 pada lanjutan Grup C Elite Pro Academy (EPA) One 2026/27. Pada pertandingan pertama di Deltras FC Training Ground, Sabtu (24/10), Laskar Sape Kerrab Ngodeh harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 3-0.

Pelatih Madura United U16, Dika Prasetya, menilai timnya masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah, terutama dalam penyelesaian akhir dan memperkuat lini pertahanan.

Dika mengakui, pada babak pertama lawan mampu mencetak gol dengan mudah. Situasi tersebut membuatnya merasa permainan anak asuhnya belum sesuai harapan. "Lawan seolah-olah sangat mudah mencetak gol," ujarnya.

Meski kalah, Madura United U16 sejatinya bukan tanpa peluang. Beberapa kesempatan emas berhasil diciptakan, bahkan ada peluang ketika pemain tinggal berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang. Namun, buruknya penyelesaian akhir membuat peluang itu gagal berbuah gol.

"Sebenarnya kami punya empat peluang yang bisa dikonversi jadi gol," ungkapnya.

Salah satu peluang hadir ketika Alifiandra Azka menerima bola early cross mendatar. Namun, dia sedikit terlambat menjangkau bola sehingga kesempatan tersebut tidak mampu dimaksimalkan.

Peluang berikutnya didapat Raditya yang tinggal berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Deltras FC U16. Sayangnya, tendangan Raditya justru mengarah tepat ke tubuh kiper lawan.

Selain itu, Faros juga memperoleh kesempatan mencetak gol, tetapi tendangannya masih mengarah ke penjaga gawang. 

“Dan peluang dari Aqhirul melalui heading yang masih sedikit melenceng padahal kiper sudah gagal mengantisipasi bola crossing,” bebernya.

Dika berharap anak asuhnya mampu tampil lebih baik pada pertandingan kedua melawan Deltras FC U16, Minggu (25/10). Selain membenahi penyelesaian akhir, dia menekankan pentingnya memperkuat pertahanan agar tim tidak kembali mudah kebobolan. “Kami harus kuat dulu di belakang,” tukasnya.