PAMEKASAN -- Madura United FC U16 harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya U16 pada game pertama lanjutan Grup C Elite Pro Academy (EPA) One 2026/27. Bermain di Madura United Training Ground (MUTG) Pamekasan, Sabtu (17/10), skuad Laskar Sape Kerrab Ngodeh takluk dengan skor 0-3.
Pelatih Madura United U16, Dika Prasetya, menyoroti penampilan anak asuhnya yang dinilai tidak menunjukkan semangat dan daya juang seperti biasanya. Menurut dia, para pemain kurang bekerja keras dan tidak cukup memberikan perlawanan kepada tim tamu.
“Saya melihat anak-anak tidak bermain seperti biasanya. Kerja keras dan pantang menyerahnya tidak seperti biasanya,” ungkapnya.
Dika menilai, kurangnya greget dalam permainan menjadi salah satu hal yang perlu segera dibenahi. Selain itu, dia menyayangkan gol pertama Persebaya U16 yang tercipta melalui tendangan bebas tidak langsung.
“Dan yang paling saya soroti adalah kami kemasukan pertama lewat freekick indirect,” tambahnya.
Padahal, menurut Dika, situasi tersebut sudah diantisipasi dalam sesi latihan. Namun, kurangnya konsentrasi pemain membuat Madura United U16 kembali kebobolan dari situasi yang seharusnya bisa diantisipasi. Terlebih, gol tersebut tercipta ketika pertandingan baru berjalan lima menit.
“Padahal sudah kami latih, namun masih saja anak-anak kurang fokus. Apalagi pertandingan baru berjalan lima menit, kami kebobolan seperti itu lagi,” sesalnya.
Selain masalah konsentrasi, Dika juga menyoroti pendekatan permainan anak asuhnya yang dinilai kurang berani menekan lawan. Kondisi tersebut membuat Persebaya U16 lebih leluasa menguasai bola dan mengembangkan permainan.
“Kemudian anak-anak sendiri yang terburu-buru. Harusnya bisa possession, namun anak-anak bermain direct ball,” jelasnya.
Dika berharap, berbagai kekurangan pada pertandingan pertama tersebut dapat segera diperbaiki. Dia ingin para pemain tampil lebih fokus, berani menekan, dan mampu menjalankan skema permainan dengan lebih baik saat kembali menghadapi Persebaya U16 pada game kedua, Minggu (18/10).