BANDAR LAMPUNG -- Persija Jakarta U16 mengoleksi dua poin dari rangkaian pertandingan pekan ketiga EPA One 2026/27. Bertanding melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC U16 di Stadion Pahoman, Bandar Lampung, pada 17–18 Oktober 2026, skuat asuhan Ferdiansyah harus puas dengan dua hasil imbang yang diraih melalui jalannya pertandingan berbeda.
Pada duel pertama, Persija U16 lebih dahulu memimpin melalui gol Uzair Yuslikh Al Kaukaba Dury pada menit ke-42. Keunggulan tersebut bertahan hingga babak kedua, sebelum Satriya Chahya Munandar mencatatkan gol penyama kedudukan bagi tuan rumah pada menit ke-61. Kedua tim pun menutup pertandingan dengan skor 1-1.
Pertemuan berikutnya menghadirkan tantangan lebih besar bagi Macan Muda. Persija U16 tertinggal sejak menit kesembilan akibat gol M. Zaki Febrian. Situasi semakin sulit setelah M. Zian Ahzasilva menggandakan keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC U16 pada masa tambahan waktu babak pertama, tepatnya menit ke-45+1.
Meski berada dalam posisi tertinggal dua gol, Persija U16 terus berupaya mengejar ketertinggalan. Upaya tersebut membuahkan hasil ketika Uzair Yuslikh memperkecil selisih gol pada menit ke-79. Momentum itu berlanjut hingga Muhammad Alwi Mufasya mencetak gol penyeimbang yang membuat Persija U-16 kembali mengakhiri laga dengan skor 2-2.
Dua hasil imbang tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Ferdiansyah untuk mempersiapkan tim menghadapi pertandingan selanjutnya. Ia menilai peningkatan kualitas individu pemain menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian, terutama untuk mengurangi risiko kebobolan.
“Kami harus terus meningkatkan kemampuan pemain secara individu agar meminimalkan risiko kebobolan. Semoga anak-anak terus semangat untuk fokus memperbaiki kemampuan diri sendiri,” kata Ferdiansyah.
Selain aspek teknis, Ferdiansyah juga menyoroti pentingnya menjaga sikap dan mentalitas pemain ketika menghadapi situasi sulit di lapangan. Menurutnya, respons positif para pemain saat tertinggal dua gol pada pertandingan kedua merupakan bagian dari proses pembelajaran yang perlu terus dikembangkan.
“Perjuangan anak-anak di lapangan juga harus diapresiasi. Di pertandingan kedua, mereka harus belajar untuk bersikap positif meskipun dalam kondisi tertinggal. Dalam proses itu, anak-anak juga perlu belajar berjuang dalam situasi tidak mengenakkan untuk mengejar ketertinggalan. Semoga ke depannya, para pemain secara individu dan tim akan terus jauh lebih baik,” tuturnya.