TANGERANG -- Pelatih Persikad Depok Women, Deris Herdiansyah, menyampaikan evaluasi menyeluruh usai timnya sukses memetik satu poin penting setelah bermain imbang 1-1 melawan Garudayaksa FC Women. Laga lanjutan pekan ketiga Indonesia Women's League (IWL) 2026/27 tersebut dihelat di Indomilk Arena, Tangerang, pada Minggu (1/11).
Dalam pertandingan yang berlangsung sengit ini, Persikad Depok Women sempat tertinggal lebih dulu di babak pertama. Garudayaksa FC Women membuka keunggulan melalui aksi gemilang Valencia Cessa Antogia pada menit ke-15 lewat sepakan akurat kaki kiri dari luar kotak penalti yang gagal dihalau lini pertahanan lawan.
Meski tertinggal dan harus menghadapi tekanan berat, skuat Persikad Depok Women menunjukkan mental pantang menyerah. Gol penyeimbang akhirnya lahir pada babak kedua, tepatnya di menit ke-58. Grace Catherine Paradis sukses memanfaatkan bola liar dari kesalahan antisipasi kiper Garudayaksa,sekaligus mengubah kedudukan menjadi 1-1 hingga peluit panjang berbunyi.
Selepas pertandingan, Deris Herdiansyah menyoroti beberapa aspek permainan anak asuhnya, terutama penurunan konsentrasi yang terjadi pada awal-awal laga. Menurutnya, kecepatan yang dimiliki oleh para pemain lawan sempat membuat lini pertahanan timnya kewalahan.
"Mungkin anak-anak kurang konsentrasi di awal-awal pertandingan. Lawan punya kecepatan, dan saya harapkan anak-anak juga bisa bermain sabar. Jangan buru-buru," ujar Deris.
Ia juga menekankan pentingnya penguasaan bola dan aliran bola yang cepat untuk meredam tekanan lawan di lapangan tengah. "Bermain selalu di possession, pegang bola selama mungkin. Meskipun pressing mereka cepat, tapi aliran bola kita yang harus lebih cepat. Mungkin tadi instruksi tidak dijalankan dengan baik, tapi kita akan evaluasi. Kedepannya tentu akan lebih baik lagi," tambahnya.
Ujian berat sempat menimpa kubu Persikad Depok Women di tengah usaha memburu gol. Kendati demikian,apresiasi tinggi diberikan oleh sang pelatih atas kerja keras dan kedisiplinan para pemain di sisa waktu pertandingan, terutama setelah tim harus bermain dengan 10 orang di lapangan.
Melalui rotasi posisi yang cepat dan perubahan taktik darurat, Deris bersyukur timnya mampu keluar dari tekanan dan mengamankan satu angka krusial.
"Alhamdulillah, meskipun bermain dengan 10 orang, kita bisa menahan tim lawan. Berkat daya juang anak-anak, ada beberapa posisi yang harus saya rolling, dan skema harus berjalan dengan baik. Kita berubah dengan 10 pemain. Kita harus cari alternatif lain untuk menghadapi 11 pemain lawan. Tapi alhamdulillah kita bisa menahan imbang," ucap Deris menambahkan.
Hasil imbang ini menjadi modal berharga bagi Persikad Depok Women untuk terus membenahi kekurangan skuat dan menatap laga-laga berikutnya di kompetisi IWL 2026/27 dengan lebih baik.