Bidik Babak 4 Besar IWL 2026/27, Ricky Nelson Optimis Maksimalkan Skuat Muda Persija Women

Bidik Babak 4 Besar IWL 2026/27, Ricky Nelson Optimis Maksimalkan Skuat Muda Persija Women

2 November 2026

INDONESIA WOMENS LEAGUE 2026-27 PERSIJA JAKARTA WOMEN

JAKARTA -- Pelatih kepala anyar Persija Women, Ricky Nelson, menetapkan target ambisius bagi tim asuhannya pada debut kompetisi Indonesia Women's League (IWL) musim 2026/27. Di tengah tantangan berat dan proses adaptasi yang singkat, eks pelatih tim putra profesional ini mematok target untuk membawa Macan Kemayoran Wanita menembus babak empat besar atau semifinal.

Persiapan yang terbilang mepet, hanya sekitar lima hari jelang debut, serta komposisi skuad yang didominasi oleh talenta muda berusia 15 hingga 19 tahun menjadi ujian tersendiri. Hingga kini, Persija Women masih berjuang di papan bawah klasemen dengan mengoleksi satu poin dari hasil satu kali imbang dan dua kekalahan.

Kendati demikian, Ricky Nelson tetap memandang situasi ini dengan kepala dingin dan penuh optimisme.Menurutnya, menangani tim sepak bola wanita memiliki tantangan fundamental yang sangat berbeda dibandingkan level profesional putra.

"Pasti ya, perbedaannya jauh. Kalau di tim putra kan kita sudah bicara di level profesional, kemarin sudah tidak kita bicara soal basic technique lagi. Kalau ini, memang kita pasti perlu untuk mengajarkan mereka soal basic teknik, mulai dari wall passing, control, positioning, dan banyak hal soal basic yang harus diperbaiki," ujar Ricky Nelson.

Ia menilai proses transisi ini adalah hal yang normal mengingat IWL 2026/27 merupakan musim perdana liga bergulir. Oleh karena itu, ia memilih untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi para pemain muda untuk berkembang, sembari terus membenahi kekurangan skuad secara bertahap.

Menanggapi tantangan dalam memadukan komposisi pemain senior dan muda di dalam tim, Ricky menyatakan bahwa proses chemistry antarpemain sebenarnya sudah terjalin dengan baik. Kendati demikian, faktor jam terbang dan pengalaman bertanding masih menjadi pembeda utama saat menghadapi tim-tim mapan. "Sebenarnya menyatukan sudah sangat menyatukan. Hanya memang yang dibutuhkan lagi dari pemain-pemain adalah masalah experience," ungkapnya.

"Kalau kayak lawan-lawan tadi, pemain belakangnya sudah berpengalaman, sehingga mereka hampir sangat sedikit buat kesalahan. Ketika kita pressing, mereka benar-benar tidak buat kesalahan dan bisa keluar dari pressing kita. Jadi, experience yang dibutuhkan anak-anak muda ini butuh waktu buat bisa lebih baik lagi," tambahnya.

Mengenai kualitas rata-rata skuat yang ada, Ricky secara terbuka mengakui bahwa beberapa pemain baru masih memerlukan adaptasi mendalam dari segi pemahaman taktik dasar permainan. Ia juga menyoroti bahwa tim lawan seperti Dewa United Women memiliki kedalaman skuat yang lebih merata. Namun, ia enggan menjadikan hal tersebut sebagai hambatan.

Menatap sisa pertandingan musim ini, Ricky menegaskan komitmennya untuk memaksimalkan potensi pemain yang ada. Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk berbenah dan menambah amunisi baru yang lebih siap pada putaran kedua demi mendongkrak performa tim.

"Kita berusaha saja semaksimal mungkin. Semoga dengan kompetisi ini, nanti di putaran kedua kita bisa jadi pemain lagi yang lebih siap. Jadi, saya pikir tidak apa-apa, kita berusaha dengan skuat yang ada, saya akan coba untuk maksimalkan," tegasnya.

Dengan fokus utama memperbaiki teknik dasar dan mental bertanding, pelatih berpengalaman ini bertekad membimbing Macan Kemayoran Wanita mewujudkan target lolos ke fase semifinal.

"Ya, kita akan coba untuk mengejar target empat besar. Empat besar kan semifinalnya, ya saya akan coba dengan skuat yang ada kita ke empat besar. Saya tahu bener sulit, tapi kita akan coba. Lawan kita kemarin juga saya pikir bagus, jadi saya akan coba semaksimal mungkin," pungkasnya.