Van Gastel Pantau Perkembangan PSIM di Laga Lawan Bhayangkara FC

Van Gastel Pantau Perkembangan PSIM di Laga Lawan Bhayangkara FC

16 Agustus 2026

SUPER LEAGUE 2026-27 PSIM YOGYAKARTA

BOYOLALI – PSIM Yogyakarta menggelar latihan bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam sebuah pertandingan dengan format 2x45 menit penuh. Agenda persiapan menuju Super League 2026/27 tersebut berlangsung di Stadion Kebo Giro, Boyolali, pada Sabtu (15/8) sore.

Laskar Mataram menunjukkan daya juang tinggi sepanjang jalannya laga menghadapi sesama peserta kompetisi kasta tertinggi. Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel mengatakan bahwa timnya menerapkan taktik yang berbeda dibanding dua laga persahabatan yang dilakoni sebelumnya.

“Menurut saya, kami bermain cukup bagus di laga ini. Taktik diterapkan sedikit berbeda karena lawan bermain di luar perkiraan kami. Terutama dalam hal penguasaan bola, kami tampil sangat baik dan semangat tim untuk meraih hasil maksimal juga luar biasa,” ungkap Van Gastel.

Pelatih asal Negeri Kincir Angin tersebut mengaku senang atas respons positif seluruh anggota tim selama laga berlangsung. “Saya sangat puas dengan pertandingan ini,” tegasnya.

Pertemuan kontra Bhayangkara FC menjadi sarana evaluasi menyeluruh mengenai perkembangan taktik permainan Laskar Mataram. Laga level kompetitif ini memberi gambaran mengenai peta kekuatan tim saat ini.

Van Gastel menilai laga melawan Bhayangkara FC menghadirkan atmosfer pertandingan sarat strategi. “Lawan kali ini berasal dari Liga 1, sehingga unsur taktis lebih dominan dibandingkan dua laga sebelumnya yang menguras aspek fisik,” tuturnya.

“Bagi kami, ini adalah pertandingan bagus sekaligus menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana kesiapan tim, baik dari segi fisik maupun taktik," dia menambahkan. 

Mantan juru taktik FC Besiktas tersebut juga menerapkan skema pembagian menit bermain guna mengukur kesiapan seluruh penggawa. Komposisi menit tampil diatur sedemikian rupa demi menjaga kondisi kebugaran pemain tetap optimal.

“Kami membagi menit bermain para pemain menjadi 60 menit dan 30 menit. Keputusan ini berjalan baik karena bagi pemain starter, waktu 60 menit sudah cukup untuk meminimalkan risiko cedera jika bermain lebih lama,” jelasnya.

Dia juga memberi apresiasi kepada seluruh anak asuhnya, termasuk para pemain yang mendapatkan jatah bermain di 30 menit akhir laga. 

“Para pemain yang masuk selama 30 menit terakhir juga berjuang keras dan berhasil mencetak gol penting laga ini. Secara keseluruhan, saya sangat puas,” Van Gastel menegaskan.