SURABAYA -- Persebaya Surabaya terus mengasah kedalaman skuad utama demi mematangkan persiapan taktik menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/27. Langkah strategis ini dieksekusi pelatih kepala Bernardo Tavares dengan memanfaatkan secara maksimal aturan 15 kali pergantian pemain pada laga pramusim pamungkas melawan Penang FC.
Selanjutnya, keputusan melakukan rotasi pemain diambil guna menguji ketahanan mental serta kesiapan teknis para pilar pelapis di depan ribuan pendukung sendiri. Bajul Ijo bakal meladeni Penang FC pada laga uji coba di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (15/8) malam.
"Penting bagi kami untuk melihat beberapa pemain yang mungkin tidak memiliki terlalu banyak menit bermain di pertandingan-pertandingan lainnya, sebab saya suka memberikan kesempatan kepada semua orang jika mereka menunjukkannya di sesi latihan," ujar pelatih Persebaya, Bernardo Tavares.
Di samping itu, Tavares menegaskan bahwa perubahan komposisi pemain tidak boleh menjadi alasan bagi timnya untuk menurunkan standar kualitas permainan. Oleh karena itu, para pemain yang dipercaya turun ke lapangan wajib menunjukkan karakter bertanding yang agresif sesuai identitas utama Persebaya.
"Ini bukan alasan untuk tidak tampil intens, tidak agresif, atau tidak menjadi Persebaya, sehingga siapa pun yang tampil harus memanfaatkan kesempatan ini karena seluruh pemain di skuad harus merasa menjadi bagian dari proses," tegas Tavares.
Bahkan, kebijakan rotasi ini diproyeksikan sebagai fondasi penting untuk mengantisipasi padatnya jadwal serta risiko badai cedera sepanjang musim kompetisi mendatang.
Melalui skema tersebut, tim pelatih dapat mengukur secara objektif kesiapan lini kedua saat menggantikan peran pemain inti dalam situasi krusial.
"Sebab bisa saja ada cedera atau pemain yang biasanya tampil sedang tidak perform, sehingga pemain di garis kedua atau ketiga (pelapis) harus selalu siap ketika diberi kesempatan," tegas pelatih berlisensi UEFA Pro tersebut.