BANGKALAN - Menjelang akhir musim BRI Super League 2025/26 membawa modal yang tidak bisa dianggap remeh oleh Bali United FC. Sebab tren kemenangan mulai stabil dan performa tim yang terus menunjukkan peningkatan.
Namun dibalik optimisme tersebut, tantangan besar justru datang dari kondisi internal tim.
Pelatih kepala Johnny Jansen menegaskan bahwa persiapan tim tetap berjalan sesuai rencana, meskipun harus kehilangan beberapa pemain penting.
“Persiapan kami sangat bagus. Kami memiliki satu pemain yang terkena suspensi, yaitu Ricky Fajrin. Kami juga masih memiliki tiga pemain yang cedera seperti Mirza Mustafic, Brandon Wilson, dan Jordi Bruijn,” ujar pelatih asal Belanda itu.
Kehilangan kapten tim tentu bukan hal ringan. Namun, kabar positif datang dari proses pemulihan dua pemain yang mulai kembali berlatih bersama tim.
“Tapi Mirza dan Brandon sudah berada di lapangan sekarang, mereka berlatih bersama grup dan semoga pertandingan berikutnya atau setelahnya mereka bisa kembali,” imbuhnya.
Situasi ini menunjukkan bahwa Bali United tidak hanya mengandalkan kekuatan utama, tetapi juga kedalaman skuat yang terus diuji.
Meski posisi di klasemen sementara relatif aman, Bali United tidak ingin sekadar menjadi tim pelengkap di sisa musim.
“Hal utamanya adalah kami mendapatkan tiga poin dan menjadi lebih stabil dalam cara bermain,” kata Johnny Jansen.
Apalagi perkembangan tim dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang yang semakin baik dari pertandingan ke pertandingan. Untuk itu konsistensi bukan hanya soal hasil, tetapi juga identitas permainan.
“Sekarang kami hanya perlu mencetak gol lebih banyak,” sambungnya.
Kini Bali United fokus menghadapi pekan ke-31 BRI Super league 2025/26 dengan tandang melawan tuan rumah Madura United FC di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa (5/5) sore.