GRESIK - Kekalahan Arema FC dari Persik Kediri pada pekan ke-31 BRI Super League bukan sekadar soal skor akhir 3-2.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Minggu (3/5) sore, memperlihatkan bagaimana sebuah tim masih terjebak dalam bayang-bayang pertandingan sebelumnya dan belum sepenuhnya bangkit. Sebab sejak menit awal, Arema terlihat belum benar-benar masuk ke dalam pertandingan. Tekanan cepat dari tuan rumah membawa keunggulan tiga gol sebelum jeda babak pertama.
Pelatih Arema FC Marcos Santos melihat kondisi ini sebagai sesuatu yang tidak berdiri sendiri, melainkan kelanjutan dari masalah yang belum terselesaikan.
“Sepertinya babak kedua dari laga klasik (derbi) sebelumnya belum berakhir. Kami memasuki pertandingan ini dengan postur dan sikap yang sama seperti saat kami memasuki jeda pertandingan terakhir," ujar pelatih asal Brasil itu.
Namun di jeda babak tersebut dia memberikan teguran keras kepada pemain. Di babak kedua, Arema FC mengalami perubahan dapat bermain dengan intensitas serangan meningkat, permainan lebih berani, dan tekanan mulai diberikan kepada lini belakang Persik.
"Dan di jeda pertandingan kami kali ini, saya harus menuntut para pemain untuk memberikan reaksi agar mereka bisa benar-benar masuk ke dalam permainan, karena jika tidak, kami akan kembali menanggung malu seperti pertandingan terakhir,” imbuhnya.
Namun, rapatnya pertahanan tuan rumah membuat peluang sulit dikonversi menjadi gol. Gol pertama baru hadir pada menit ke-86 melalui Alberto yang memanfaatkan umpan Salim Tuharea dari sisi kanan. Momentum itu berlanjut ketika Wallison Maia mencetak gol kedua lewat sundulan di menit akhir. Sempat dianulir karena offside, gol tersebut akhirnya disahkan setelah tinjauan VAR.
Sayangnya, waktu tidak berpihak. Dua gol di pengujung laga hanya memperkecil ketertinggalan tanpa mampu mengubah hasil akhir.
“Jadi pertandingan tadi itu seperti babak kedua lawan Persebaya, seperti kita bawa ke sini. Jadi pemain babak pertama belum siap. Jadi saat ruang ganti untuk masuk babak kedua, Coach panggil marah," ujar pemain asal Brasil.
"Karena kalau nggak marah kita pasti malu hari ini juga. Jadi dari situ mungkin motivasi itu coba cari tiga gol di babak kedua,” sambungnya.
Atas hasil ini tim berjuluk Singo Edan itu turun ke posisi ke-10 klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan perolehan 39 poin.