PSMS Medan Diharapkan Hindari Kartu Merah

PSMS Medan Diharapkan Hindari Kartu Merah

14 Oktober 2026

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2026-27 PSMS MEDAN

MEDAN -- Tiga pemain PSMS Medan menerima kartu merah dalam tiga laga tandang Pegadaian Championship 2026/27. Pelatih PSMS, Eko Purdjianto berharap, insiden serupa tidak terulang pada pertandingan berikutnya.

Tiga kartu merah tersebut diterima saat PSMS menghadapi Sumsel United, Adhyaksa FC Bekasi, dan PSPS Pekanbaru. Situasi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Ayam Kinantan dalam menjaga konsistensi permainan, terutama ketika harus bertanding di kandang lawan.

Kartu merah pertama diterima Rudi N. Rajak pada menit ke-57 ketika PSMS bertandang ke markas Sumsel United di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Minggu (13/9). Meski harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, PSMS mampu mengakhiri laga dengan skor imbang 2-2.

Berikutnya, Arsyaq Gufran Rachmadhan diusir wasit pada menit ke-76 saat PSMS menghadapi Adhyaksa FC Bekasi di Stadion Chandra Bhaga, Bekasi, Minggu (27/9). Dalam pertandingan tersebut, PSMS tetap berhasil membawa pulang kemenangan tipis 1-0.

Namun, hasil berbeda terjadi saat PSMS bertandang ke markas PSPS Pekanbaru di Stadion Kaharuddin Nasution, Minggu (11/10) lalu. Rizdjar Nurviat Subagja menerima kartu merah pada menit ke-31. Bermain dengan 10 pemain selama sebagian besar pertandingan membuat perjuangan PSMS semakin berat hingga akhirnya kalah 2-1.

Eko Purdjianto menilai, bermain dengan jumlah pemain lengkap memberikan keuntungan bagi timnya. Dia menyebut PSMS mampu menguasai jalannya pertandingan sebelum Rizdjar diusir dari lapangan.

“Ya, main 11 lawan 11 itu menguntungkan buat kami. Kemarin sebelum kartu merah, kami menguasai pertandingan. Adanya kartu merah membuat fokus pemain juga berkurang, karena pemain capek dan jumlahnya jadi berkurang,” ujarnya, Rabu (14/10).

Meski demikian, Eko tidak bermaksud melarang pemain melakukan pelanggaran dalam situasi pertandingan. Dia berharap para pemain lebih mampu membaca situasi di lapangan agar tidak kembali kehilangan pemain akibat kartu merah.

“Bukan kami larang mereka buat pelanggaran, tapi ya pemain yang tahu di lapangan. Kami hanya berharap tidak ada lagi kartu merah ke depannya,” tegasnya.