SURABAYA -- Persebaya Surabaya akan menjamu Madura United pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/27. Laga yang menjadi ujian penting Persebaya setelah menelan kekalahan 0-1 dari PSM Makassar pada pekan sebelumnya.
Selain itu pada musim sebelumnya, Madura United sempat memberikan pelajaran pahit. "Jika ingat musim lalu pertandingan terakhir kami kalah di kandang saat melawan Madura, pada bulan April. Saat itu, mereka mendapatkan dua peluang dan mencetak dua gol," kata pelatih Persebaya Bernardo Tavares.
Kini kedua tim kembali dipertemukan dalam laga bertajuk Derby Jawa Timur di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Senin (26/10) malam.
"Kami akan menghadapi tim yang bagus, Madura United sedang menjalani musim yang baik. Menurut pandangan saya, skuad mereka musim ini jauh lebih baik dibandingkan musim lalu," imbuhnya.
Penilaian itu bukan tanpa alasan, setelah dia mempelajari enam laga Madura United untuk memahami karakter permainan calon lawannya.
Dari hasil analisisnya, dia menemukan bahwa lawan bukan tim yang hanya mengandalkan satu pendekatan permainan. "Mereka mampu bermain dengan memanfaatkan transisi menyerang, tetapi juga bisa bermain dengan penguasaan bola," kata pelatih asal Portugal itu.
"Ini adalah tim yang memiliki kemampuan untuk melakukan keduanya. Selain itu, hingga saat ini, mereka tidak menghadapi jadwal pertandingan yang sangat padat seperti kami," sambungnya.
Sehingga kemampuan mengubah pola serangan tersebut membuat Persebaya harus memiliki kesiapan menghadapi berbagai situasi pertandingan. Namun Bernardo Tavares tidak ingin pemain terlalu terpaku pada permainan Madura United hingga melupakan kekuatan sendiri.
"Kini jika kami ingin kembali meraih kemenangan, kami harus bermain dengan baik, menunjukkan sikap yang tepat, tetap fokus, serta tampil agresif dan intens," ujar pelatih berlisensi UEFA Pro itu.
"Karena penampilan terbaik kami selama ini selalu muncul saat kami menerapkan pendekatan seperti itu. Pertandingan ini tidak akan mudah, target kami adalah mengamankan tiga poin," pungkasnya.