MALANG -- Kekalahan perdana Dewa United Banten FC di BRI Super League 2026/27 terasa amat menyakitkan. Bertandang ke markas Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (25/10) Banten Warriors harus pulang dengan kepala tertunduk usai digelontor empat gol tanpa balas.
Winger andalan Dewa United, Noah Sadaoui, tidak mampu menyembunyikan rasa kecewanya atas hasil buruk tersebut. Menurut pemain asal Maroko itu, kekalahan telak ini menjadi pukulan telak bagi seluruh anggota tim yang sebenarnya datang dengan rasa percaya diri tinggi.
"Seperti yang disampaikan pelatih, skor akhir sudah menjelaskan segalanya. Tentu kami sangat-sangat kecewa dengan hasil ini, karena kami tahu betul kapasitas dan potensi yang dimiliki tim ini," ujar Noah Sadaoui usai laga.
Dewa United yang sempat tampil dominan di awal laga harus merelakan gawangnya dibobol dua kali oleh Careca, serta tambahan gol dari Oluwasegun Otusanya dan Julian Guevara. Hasil tersebut sekaligus memutus rekor tak terkalahkan anak asuh Osmar Loss di awal musim ini.
Kendati demikian, Noah enggan larut dalam kesedihan. Pemain yang tampil lincah di sisi sayap ini menilai kekalahan dari Singo Edan bisa dipetik hikmahnya sebagai peringatan keras (wake-up call) agar Dewa United tidak cepat puas dan tetap membumi.
"Kadang-kadang pertandingan seperti ini memang perlu terjadi. Ini menjadi alarm dan peringatan bagi kami untuk tetap berada di jalur yang benar. Hal ini memaksa kami untuk mengevaluasi diri," tegasnya.
Pemain bernomor punggung tinggi tersebut menegaskan bahwa fokus utama skuad Dewa United saat ini adalah bangkit dan mempersiapkan diri lebih baik lagi demi menjaga posisi mereka di papan atas klasemen. Saat ini Dewa United masih tertahan di peringkat kedua dengan koleksi 14 poin.
"Satu-satunya hal yang bisa kami lakukan sekarang adalah menatap pertandingan berikutnya. Kami harus bekerja lebih keras di latihan dan bertekad tampil jauh lebih baik daripada hari ini," pungkas Noah.