GIANYAR -- Bali United FC harus mengatur strategi persiapan secara cermat menjelang laga lawan Persik Kediri pada pekan kesembilan BRI Super League 2026/27 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (8/11) pukul 15.30 WIB.
Karena padatnya jadwal dua kompetisi membuat pelatih Johnny Jansen tidak memiliki banyak waktu untuk mematangkan seluruh aspek permainan.
Sebelumnya, Bali United menjalani pertandingan tandang melawan Arema FC di Super League, kemudian melanjutkan agenda dengan menghadapi Persiba Balikpapan dalam I.League Cup 2026/27 di Solo.
"Persiapan kami sangat singkat. Pekan lalu, banyak pemain asing yang tinggal di sini untuk berlatih bersama, tiga di antaranya kemudian ikut bersama lawan Persiba Solo, untuk bertanding di sana bersama sejumlah pemain lokal. Menurut saya, pertandingan di Persiba berjalan dengan baik," tutur pelatih asal Belanda itu.
"Memang ada beberapa aspek yang masih bisa ditingkatkan, namun setelah kembali dari Solo, kami menjalani pekan-pekan yang berat dengan perjalanan menghadapi Java United, Arema FC dan Persita ditambah lagi dengan pertandingan kandang dalam periode tersebut," imbuhnya.
Sehingga situasi tersebut cukup menantang tim setelah kembali dari Solo dan memberi libur sehari dan kembali berkumpul.
"Kami meninjau rekaman video mengenai cara lawan bertahan, menyerang, melakukan transisi, serta situasi bola mati. Kami membahas tim lawan bersama para pemain, lalu melakukan sesi latihan singkat di lapangan," kata Johnny Jansen.
"Jika kita ingin berlaga Asia, kita harus terbiasa menghadapi pekan-pekan yang padat seperti ini. Jadi, kami memetik pelajaran dari pengalaman tersebut, dan kita lihat saja bagaimana hasilnya," sambungnya.
Untuk itu di tengah keterbatasan waktu, Bali United tidak ingin kehilangan momentum di kompetisi domestik. Apalagi tim saat ini menempati posisi ke-4 keempat klasemen sementara BRI Super league 2026/27 dengan perolehan 16 poin.
Sedangkan Persik berada di posisi ke-10 dengan 10 poin. Sehingga tim tamu datang dengan motivasi untuk memperbaiki hasil setelah melewati dua pertandingan liga tanpa kemenangan.
"Saya paham mereka ingin bermain lebih baik, dan itu juga yang kami inginkan. Jika kami memenangkan pertandingan, kami ingin tampil jauh lebih baik di laga berikutnya dibandingkan pertandingan sebelumnya, hal yang sama pun berlaku bagi Kediri," ujar pelatih berusia 51 tahun.
Namun, terlepas dari apakah Johnny Jansen tetap menggunakan strategi yang sama atau mengubahnya, tim memiliki rencana sendiri dan harus menjalankan rencana tersebut baik lagi.
"Saat ini, kami mampu menciptakan banyak peluang dan mencetak banyak gol itulah fokus utama kami. Selain itu, gaya permainan yang kami terapkan juga memotivasi para pemain untuk tampil seperti ini. Jadi, saya yakin kami akan mampu menjalankan tugas kami dengan baik," pungkasnya.