SAMARINDA – Gelandang andalan Borneo FC, Moussa Diarra, menjadi salah satu aktor penting di balik kemenangan 2-0 Pesut Etam atas wakil Myanmar, Yangon United, pada laga perdana Grup D AFC Challenge League (ACGL) 2026/2027 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10) malam.
Selain kukuh di lini tengah, pemain bernomor punggung 19 tersebut sukses mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-81, mengunci kemenangan clean sheet sekaligus membawa Borneo FC memuncaki klasemen sementara.
Seusai pertandingan, Diarra terlebih dahulu mengucap syukur atas hasil positif yang diraih timnya di debut tingkat Asia ini. "Sebelum saya mulai, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas segalanya," ujar Diarra mengawali komentarnya.
Pemain asing Borneo FC ini juga menceritakan tantangan yang dihadapinya saat harus beradaptasi dengan atmosfer sepak bola di negara baru. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan kerja keras yang tidak mudah, baik di dalam maupun di luar lapangan.
"Saya pikir datang ke negara lain tidaklah mudah. Jadi, ada banyak kerja keras yang harus dilakukan," ungkapnya.
Alih-alih menyoroti performa individunya yang sukses mencetak gol kedua bagi tim, Diarra memilih untuk merendah dan mendedikasikan kemenangan penting ini untuk seluruh elemen klub—mulai dari jajaran pelatih, rekan setim, hingga para staf ofisial.
"Saya sebenarnya tidak begitu suka berbicara tentang diri saya sendiri. Saya pikir saya harus berbicara tentang tim, karena kami memiliki tim yang sangat bagus," tegas Diarra.
Menutup keterangannya, Diarra meminta dukungan penuh serta kesabaran dari para suporter dan pencinta sepak bola. Ia optimistis kerja keras yang terus dibangun oleh skuad Pesut Etam akan mendatangkan hasil-hasil manis berikutnya di kancah Asia.
"Jadi, orang-orang hanya perlu bersabar dan Insyaallah, hasil-hasil positif akan datang," tutupnya.