Borneo FC Menang di Asia, Mauro Jeronimo Ungkap Tantangan Membongkar Pertahanan Rapat

Borneo FC Menang di Asia, Mauro Jeronimo Ungkap Tantangan Membongkar Pertahanan Rapat

19 Oktober 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 BORNEO FC SAMARINDA

SAMARINDA -- Kemenangan kontestan BRI Super League 2026/27, Borneo FC Samarinda atas Yangon United menyisakan pekerjaan rumah bagi pelatih Mauro Jeronimo. Dia menilai tim masih harus meningkatkan ketajaman di depan gawang meski sukses membuka perjalanan di AFC Challenge League 2026/27 dengan hasil positif di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (18/10) malam.

Borneo FC menundukkan wakil Myanmar tersebut dengan skor 2-0. Namun, dua gol yang dicetak Iago Mendonca pada menit ke-53 dan Moussa Diarra pada menit ke-80 belum sepenuhnya mencerminkan banyaknya peluang yang diciptakan tuan rumah sepanjang pertandingan.

Borneo FC sebenarnya memiliki kesempatan untuk unggul sejak babak pertama. Hanya saja, rapatnya pertahanan Yangon United dan kurang maksimalnya penyelesaian akhir membuat kebuntuan baru terpecahkan setelah turun minum.

"Kami paham tipe pertandingan seperti ini lawan bertahan dengan sangat baik, menempatkan 10 pemain di belakang bola, dan bermain sangat rapat," kata pelatih asal Portugal itu.

"Tidak mudah untuk membongkar pertahanan yang rapat seperti itu, tetapi menurut saya kami berhasil mengalirkan bola, memutar bola, serta menciptakan banyak umpan silang dan mengirim banyak bola ke dalam kotak penalti," imbuhnya.

Menurut Mauro, persoalan utama bukan terletak pada kemampuan tim membangun serangan, melainkan bagaimana mengubah kesempatan menjadi gol.

"Saya rasa kami punya setidaknya empat atau lima peluang bagus untuk mencetak gol. Dalam sepak bola, aspek teknis untuk memasukkan bola ke dalam gawang terkadang dipengaruhi oleh faktor mental atau mungkin sedikit kecemasan, karena kami sangat ingin mencetak gol di kandang sendiri," tutur Mauro Jeronimo.

Kesabaran Borneo FC akhirnya membuahkan hasil delapan menit setelah babak kedua dimulai. Gol Iago Mendonca memaksa Yangon United keluar dari pendekatan bertahan yang sebelumnya mereka terapkan.

Perubahan situasi itu memberikan ruang lebih besar bagi Pesut Etam untuk mengembangkan serangan. Moussa Diarra kemudian memastikan kemenangan melalui gol kedua pada menit ke-80.

"Ya, seperti yang sudah saya katakan, sepak bola itu memang aneh. Terkadang hanya menciptakan satu peluang dalam satu pertandingan dan langsung mencetak gol, sementara di lain waktu menciptakan begitu banyak peluang tetapi butuh waktu lama untuk mencetak gol pertama," ujar pelatih berusia 41 tahun itu.

"Itulah sebabnya setelah gol pertama tercipta, kami bisa mencetak gol kedua, karena lawan kemudian bermain lebih terbuka. Namun, satu-satunya cara dalam sepak bola adalah dengan bekerja keras."

"Tidak ada solusi ajaib kuncinya hanyalah kerja keras, kerja keras, dan terus bekerja keras. Kami akan mencetak lebih banyak gol lagi," pungkasnya.