Persija Menatap EPA One 2026/27 dengan Optimistis

Persija Menatap EPA One 2026/27 dengan Optimistis

25 September 2026

EPA ONE U16 2026-27 PERSIJA JAKARTA U16

DEPOK -- Kompetisi Elite Pro Academy (EPA) ONE 2026/27 segera dimulai. Persija U16, U18, dan U20 telah melewati rangkaian persiapan untuk memastikan setiap kelompok usia berada dalam kondisi terbaik sebelum memasuki persaingan yang dimulai pada 3 Oktober 2026.

Bagi Persija U16, persiapan bukan semata tentang membangun kekuatan tim, tetapi juga membentuk fondasi permainan para pemain muda. Pelatih kepala Ferdiansyah menyebut timnya telah memanfaatkan masa pramusim untuk memperkuat pemahaman terhadap berbagai aspek permainan, mulai dari organisasi saat menyerang dan bertahan hingga bagaimana merespons perubahan situasi melalui fase transisi.

Ferdiansyah, yang musim lalu meraih penghargaan Pelatih Terbaik EPA ONE, juga menempatkan perkembangan individu sebagai salah satu perhatian utama. Para pemain tidak diarahkan untuk menghabiskan energi dengan memikirkan kekuatan lawan, melainkan menjadikan setiap sesi latihan sebagai kesempatan untuk berkembang.

Pendekatan tersebut menjadi semakin penting karena sebagian besar pemain U16 akan merasakan atmosfer kompetisi nasional untuk pertama kalinya. Karena itu, kesiapan mental turut menjadi bagian dari proses pembentukan tim. 

Aspek fisik pun terus digenjot agar para pemain dapat menjalankan instruksi permainan dengan kepercayaan diri dan kebebasan di lapangan.

“Bagi kami di Persija Development, juara itu bukan hanya soal angkat piala, tapi juga mereka yang juara dalam hal melawan rasa malas, rasa ragu, rasa takut, disiplin, lifestyle yang hebat dan anak-anak ini harus mau berusaha menjadi lebih baik dari sebelumnya," ucap Ferdiansyah.

Sementara itu, Persija U18 membawa evaluasi dari perjalanan musim sebelumnya sebagai bekal menghadapi kompetisi baru. Ramdani Lestaluhu menaruh perhatian pada peningkatan intensitas permainan, ketepatan dalam menjalankan taktik, serta pemahaman pemain terhadap situasi yang berkembang selama pertandingan.

Di sisi lain, Ramdani mengingatkan skuadnya untuk menjaga konsentrasi sejak pertandingan pertama. Setiap lawan, menurutnya, harus dipandang sebagai tantangan yang membutuhkan kesiapan penuh agar tidak ada ruang bagi rasa puas diri.

“Sebenarnya saya selalu tekankan ke semua pemain bahwa jangan pernah menganggap remeh lawan, pikir semua pemain lawan itu berat. Agar semua pemain selalu fokus di setiap pertandingan dan bermain dengan penuh semangat dan kerja keras," ujar Ramdani.

Pada kelompok usia U20, Blitz Tarigan melihat tantangan awal musim dari sudut yang berbeda. Status sebagai tim tamu bukan persoalan utama. Justru, kemampuan pemain untuk kembali menemukan ritme ketika kompetisi resmi dimulai menjadi perhatian setelah melewati masa pramusim.

Berbagai pertandingan uji coba telah dijalani Persija U20 sebagai bagian dari proses tersebut. Menghadapi tim-tim dengan level permainan maupun rentang usia yang setara hingga lebih tinggi menjadi sarana untuk menguji kesiapan fisik dan mental sebelum memasuki kompetisi sebenarnya.

Akademi Persija pun memasang sasaran untuk membawa ketiga kelompok usia tersebut melangkah sejauh mungkin. Semakin panjang perjalanan di kompetisi diharapkan dapat memberikan kesempatan bertanding yang lebih banyak sekaligus memperkaya pengalaman para pemain dalam menghadapi berbagai situasi pertandingan.

Namun, Bitz tidak ingin target tersebut justru menjadi beban bagi anak asuhnya. Ia meminta para pemain menikmati proses, berani menghadapi siapa pun lawannya, dan menjadikan setiap pertandingan sebagai bagian dari perjalanan mereka untuk berkembang.

“Orang bermain sepak bola adalah untuk bersenang-senang, jadi jangan pernah takut bertanding dengan lawan siapapun dan bermain di manapun. Enjoy the game,” kata Blitz Tarigan kepada skuad asuhannya.