Catapult Workshop, Langkah I.League Dorong Super League 2026/27 Semakin Berbasis Data

Catapult Workshop, Langkah I.League Dorong Super League 2026/27 Semakin Berbasis Data

19 Agustus 2026

SUPER LEAGUE 2026-27

JAKARTA – I.League terus memperkuat kesiapan klub peserta menghadapi kompetisi Super League 2026/27. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Catapult Workshop Super League 2026/27 yang digelar pada 13–14 Agustus 2026 di Super League Hall, Kantor I.League, Jakarta.

Workshop ini diikuti Video Analyst dan Physical Coach dari 18 klub peserta Super League 2026/27. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya I.League meningkatkan kapasitas sumber daya manusia klub dalam memanfaatkan teknologi, data, dan analisis pertandingan sebagai bagian dari proses peningkatan performa tim.

Kegiatan dibuka oleh Deputi Direktur Kompetisi & Komersial I.League, Takeyuki Oya. Dalam sambutannya, Oya menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus ditempatkan sebagai bagian dari proses kerja yang mampu mendukung pengambilan keputusan secara lebih tepat.

"Teknologi dan data harus menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan yang lebih baik. Melalui workshop ini, kami ingin memastikan klub memiliki pemahaman dan kapasitas yang semakin kuat dalam memanfaatkan teknologi untuk kebutuhan teknis tim," ujar Oya.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan pemahaman mengenai Model Permainan melalui dua pendekatan. Pertama, membaca dan memahami pertandingan dengan memanfaatkan Impect. Kedua, memahami tuntutan fisik yang dibutuhkan pemain dalam sebuah pertandingan.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pemanfaatan Catapult Pro Video Suite untuk meningkatkan efisiensi proses analisis pertandingan. Peserta juga mempelajari penggunaan sistem GPS Catapult Vector dalam mengidentifikasi serta mempersiapkan pemain menghadapi tuntutan fisik kompetisi.

Memasuki hari kedua, materi diarahkan pada pengembangan kemampuan analisis yang lebih mendalam dan aplikatif. Peserta mempelajari analisis pertandingan dan lawan dengan memanfaatkan Impect dan Catapult Pro Video Suite, analisis data fisik melalui OpenField Cloud, serta pemanfaatan Impect Scouting dalam mendukung proses perekrutan pemain.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai Velocity-Based Training (VBT) sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung kesiapan pemain menghadapi pertandingan dengan intensitas tinggi. Selain itu, dibahas pula bagaimana mengkontekstualisasikan beban fisik dan berbagai peristiwa taktis melalui analisis video, sehingga data yang dihasilkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kebutuhan tim dan pemain.

Seluruh rangkaian materi disampaikan oleh tim Catapult yang terdiri dari Jianxin Zhang selaku Commercial Director, Xinyi Ji selaku Customer Success Manager, dan James Simpson selaku Product Specialist.

Dalam sambutannya, Jianxin Zhang menegaskan bahwa kecanggihan teknologi tidak akan memberikan dampak maksimal tanpa kemampuan pengguna untuk mengolah dan menerapkannya secara tepat.

“Betapapun canggihnya teknologi, hal yang paling penting adalah bagaimana teknologi tersebut dimanfaatkan secara tepat dan efektif," ujar Jianxin.

Melalui Catapult Workshop Super League 2026/27, I.League bersama klub peserta tidak hanya mempersiapkan kompetisi dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga terus mendorong peningkatan kapasitas teknis dan profesionalisme di lingkungan klub.

Pemanfaatan teknologi dan data diharapkan semakin terintegrasi dalam berbagai aspek kerja tim, mulai dari analisis pertandingan dan lawan, persiapan fisik, scouting, pengembangan pemain, hingga pengambilan keputusan teknis. Dengan demikian, klub peserta Super League 2026/27 memiliki fondasi analisis yang semakin kuat untuk mendukung performa sepanjang musim.