JAKARTA -- Garudayaksa FC Women harus merelakan poin penuh terlepas setelah dikalahkan Persita Women dengan skor tipis 0-1 pada laga pembuka Indonesia Women's League (IWL) 2026/27 di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, akhir pekan kemarin.
Meski Garudayaksa FC mendominasi jalannya pertandingan dengan 54 persen penguasaan bola dan melepaskan 18 tembakan, sembilan di antaranya tepat sasaran, efisiensi menjadi milik Persita. Tim lawan berhasil mencuri gol kemenangan secara dramatis lewat aksi Diana Anisa pada menit ke-89 menjelang laga usai.
Menanggapi hasil tersebut, pelatih Garudayaksa FC, Selfianua Jakub alias Yopie Riwoe, menyoroti pentingnya kedalaman skuat dan menyuarakan perlunya tambahan amunisi asing demi meningkatkan daya saing tim di laga-laga berikutnya.
Kebetulan laga berikutnya lawan yang dihadapi oleh timnya ada FC Bekasi City Women. Mereka memiliki empat pemain asing. Empat diantaranya Sofia Grace Iaderosa (Depan), Nao Tsukamoto (Bek), Marin Kai (Gelandang), dan Misa Miamour Juana (bek). Di mana dua diantaranya berkontribusi saat Marin Kai tampil impresif dan menyabet gelar Player of the Match pada laga perdana, dan Nao Tsukamoto mencetak gol lewat titik penalti.
"Manajemen harus melihatnya, lawan kita selanjutnya sudah menggunakan pemain asing. Dan saya kira kita kurang di sektor itu, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kehadiran pemain asing bisa kita dapati. Mengingat FC Bekasi City juga kuat pemain asingnya," ujar Yopie.
Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi skuad Garudayaksa FC untuk membenahi penyelesaian akhir sekaligus merespons peta persaingan IWL 2026/27 yang kian kompetitif.