SERANG -- Waktu menjadi tantangan Bali United FC sebelum menghadapi Persita Tangerang pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/27 di Banten International Stadium, Serang, Minggu (25/10) sore.
Di tengah jeda pertandingan yang singkat, pelatih Johnny Jansen harus memastikan tim tetap memiliki kesiapan taktik untuk menghadapi lawan yang sedang menunjukkan performa positif.
Baginya, terbatas waktu latihan bukan alasan untuk mengabaikan persiapan. Dia memilih memaksimalkan analisis pertandingan dan komunikasi dengan pemain agar strategi yang disiapkan dapat diterapkan secara efektif.
"Ya, waktunya memang sangat singkat, tetapi kami memanfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk menganalisis Persita. Kami banyak berdiskusi dengan tim mengenai hal tersebut," kata pelatih asal Belanda itu.
"Kami mencoba melatih aspek-aspek itu, meskipun memang tidak mudah," sambungnya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Bali United tidak hanya mengandalkan kemampuan individu pemain. Pemahaman terhadap pola permainan lawan juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi pertandingan tandang.
"Namun, terkait taktik, kami tetap ingin bermain dengan cara kami sendiri, kami punya rencana sendiri, dan itu yang paling utama. Di saat yang sama, kami juga memperhatikan detail permainan Persita itulah yang menjadi fokus kami," ujar Johnny Jansen.
Apalagi keinginan mempertahankan gaya bermain menjadi pesan pentingnya menjelang laga. Bali United dituntut mampu menjalankan rencana permainannya sendiri tanpa mengabaikan potensi ancaman dari tuan rumah.
Dengan waktu yang terbatas, ketepatan pengambilan keputusan dan pemahaman pemain terhadap instruksi pelatih akan menjadi faktor penting.
"Jadi, itulah yang telah kami bahas. Malam ini kami masih akan mengadakan pertemuan, begitu pula besok. Jadi, saya harap kami sudah siap untuk menampilkan permainan yang bagus besok," pungkasnya.