JAKARTA - Victor Dethan memahami bahwa kontribusi seorang pemain tak hanya diukur dari apa yang dilakukan saat menguasai bola, tapi juga sebaliknya. Kematangan cara pandang inilah yang membuat Macan Kemayoran tertarik merekrutnya.
Bagi pemain sayap anyar Persija itu, pergerakan tanpa bola justru menjadi aspek yang tak kalah penting dalam membantu tim menjalankan skema permainan.
Dethan menilai, kemampuan membaca ruang, membuka jalur umpan, hingga menempatkan diri di posisi yang tepat merupakan bagian dari peran penting seorang pesepak bola.
“Ini sempat dibilang sama pelatih saya, dan dia bilang dalam pertandingan satu pemain itu memegang bola cuma mungkin satu atau dua menit. Lalu yang 88 menit yang lain itu bikin buat apa?” kata Dethan.
“Menurutnya yang paling penting itu dalam 88 menit itu pemain bisa menggunakan waktu tersebut dengan baik dalam kejar bola atau dalam menempatkan posisi diri dengan baik,” tuturnya.
Kesadaran itu membuat Dethan terus berupaya menyempurnakan permainannya, bukan hanya ketika menguasai bola, tetapi juga saat harus bergerak untuk menciptakan ruang maupun membantu pertahanan.
Baginya, mengikuti setiap instruksi pelatih menjadi kunci agar perannya di lapangan dapat memberikan dampak maksimal bagi tim.
“Menurut saya harus terus mendengar pelatih sih. Arahan apa pun yang diberikan pelatih harus tetap diikuti,” ucapnya.
Selain aspek taktik dan teknis, Dethan pun merasa ada satu hal lain yang tak kalah penting untuk terus diasah, yakni mentalitas. Menurutnya, kemampuan menjaga kepercayaan diri dan bangkit ketika performa menurun menjadi modal utama untuk berkembang sebagai pemain.
“Mentalitas itu yang paling penting. Sebab, bisa saja dalam pertandingan saya menurun ketimbang pertandingan sebelumnya, tapi mentalitas harus tetap ada untuk kembali ke performa terbaik,” ujar pemain berusia 21 tahun itu.