SERANG -- Dewa United Banten FC sukses mengamankan tiga poin krusial setelah menaklukkan Persijap Jepara dengan skor meyakinkan 2-0 pada pertandingan pekan keenam BRI Super League 2026/27. Bertanding di Banten International Stadium, Serang, pada Selasa (20/10) malam, skuat berjuluk Banten Warriors harus melalui duel ketat sebelum akhirnya memecah kebuntuan di babak kedua.
Kemenangan ini membawa Dewa United mengudeta Persija Jakarta dari puncak klasemen sementara dengan koleksi 14 poin dari enam pertandingan lewat catatan empat kali menang, dan dua hasil imbang, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan mereka musim ini.
Di sisi lain, hasil negatif ini membuat Persijap Jepara semakin terpuruk di dasar klasemen tanpa meraih satu pun poin akibat menelan enam kekalahan beruntun.
Setelah bermain imbang tanpa gol di paruh pertama, Dewa United meningkatkan intensitas serangan di babak kedua guna membongkar lini pertahanan rapat skuad Laskar Kalinyamat. Gol yang dinanti-nantikan publik tuan rumah akhirnya tercipta melalui bek jangkung Nick Kuipers sukses memecah kebuntuan pada menit ke-79 lewat sundulan terarah memanfaatkan umpan sepak pojok matang dari gelandang kreatif Alexis Messidoro.
Gol Kedua terjadi pada menit 90+2, penyerang pengganti, Pedro Carvalho, mengunci kemenangan mutlak tuan rumah pada masa injury time usai memaksimalkan assist dari Denilson Junior. Gol penutup ini sempat ditinjau melalui VAR sebelum akhirnya disahkan oleh wasit.
Pelatih Kepala Dewa United, Osmar Loss, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya usai pertandingan, meski mengakui bahwa laga berjalan tidak mudah akibat perubahan taktik dari kubu lawan.
"Kami sangat senang bisa mendapatkan tiga poin. Lawan mengubah skema permainan dan pelatih mereka di laga ini, yang awalnya di luar analisis babak pertama kami," ujar Osmar Loss.
Pelatih asal Eropa tersebut membeberkan sejumlah kendala yang dihadapi anak asuhnya pada babak pertama, termasuk kesulitan dalam menembus formasi bertahan rapat lawan. Pertama soal adaptasi taktik lawan.
"Pertama, kita tidak cukup siap menghadapi skema lini pertahanan lawan yang bermain dengan lima bek, di mana mereka membuat cover yang rapat setelah kami mencoba memanfaatkan ruang di belakang full back," tambahnya.
Selanjutnya yakni fokus pemain di mana intensitas dan fokus di babak pertama belum berada di level tertinggi. Dewa United sempat punya keunggulan jumlah pemain (3 lawan 2) di sisi kiri, tetapi tidak dimanfaatkan dengan baik.
"Untungnya saat half time, kami punya waktu untuk membantu pemain menemukan solusi terbaik. Gol pertama dari set piece sangat penting karena lawan bermain bertahan dengan blok rendah. Kami mencoba banyak variasi corner kick agar lawan tidak terbiasa mengontrol titik terkuat kami." tegasnya.
Osmar menilai keputusan taktisnya melakukan pergantian pemain, termasuk memasukkan Alexis Messidoro dan Pedro Carvalho di babak kedua menjadi langkahl untuk memberikan tekanan lebih besar ke jantung pertahanan lawan.
"Masuknya Pedro dan Messidoro bertujuan untuk menaruh lebih banyak pemain di area kotak penalti, membuka ruang di sisi lapangan, membuat lawan lebih khawatir, serta memaksimalkan variasi serangan demi menjaga konsistensi. Target utama kita di akhir musim adalah trofi, dan konsistensi ini harus terus dibangun lewat kerja keras di area bertahan maupun saat menyerang," pungkasnya.