JAKARTA -- Rizky Ridho kini memiliki peran yang lebih luas dalam skema permainan Persija Jakarta pada BRI Super League 2026/27. Tak hanya menjadi tumpuan di jantung pertahanan, kapten Macan Kemayoran itu juga dipercaya mengisi sektor tengah sesuai kebutuhan taktik Shin Tae-yong.
Perubahan tersebut sejalan dengan penyesuaian formasi yang diterapkan Persija. Jika pada awal musim Ridho beroperasi dalam skema tiga bek bersama Radovan Pankov dan Denis Kolinger, kini ia mendapat tugas berbeda setelah tim beralih menggunakan empat pemain di lini belakang.
Kepercayaan itu membuka dimensi baru dalam permainan Ridho. Ia dapat kembali ke barisan pertahanan untuk menjaga keseimbangan tim, tetapi juga mampu naik ke lini tengah ketika Persija membutuhkan tambahan pemain dalam menguasai bola dan membangun serangan dari bawah (build up).
Pergerakan antarlini tersebut memberi Persija lebih banyak pilihan dalam mengatur permainan. Dengan kemampuan beradaptasi yang dimiliki Ridho, struktur tim dapat berubah mengikuti situasi di lapangan tanpa harus selalu melakukan pergantian pemain.
Shin Tae-yong menilai, kemampuan menjalankan lebih dari satu peran menjadi salah satu keunggulan Ridho. Pelatih asal Korea Selatan itu pun memanfaatkan karakteristik tersebut untuk mendukung kebutuhan kolektif Persija.
“Terkait Ridho, yang saya nilai adalah karena dia adalah pemain serba bisa (multiposisi) di lini pertahanan. Di mana pun dia bisa mengeluarkan kemampuan yang dimilikinya dan memberikan yang terbaik di bagian yang bisa dia lakukan.
Terkadang dia bisa menjadi stopper (bek tengah), terkadang bisa menjadi pemain bertahan. Karena saya sangat menghargai kemampuan individu yang tinggi, saya menggunakan dan mengandalkan cara ini agar selalu bisa disesuaikan dengan kebutuhan seluruh tim,” kata Shin Tae-yong.
Kepercayaan pelatih tersebut menuntut Ridho untuk memahami lebih dari satu tanggung jawab di lapangan. Selain kemampuan bertahan, ia perlu membaca pergerakan lawan, menentukan posisi yang tepat, serta menjaga kelancaran aliran bola ketika ditempatkan di area tengah.
Ridho sendiri menyatakan kesiapannya untuk menjalankan setiap instruksi yang diberikan Shin Tae-yong. Ia juga berinisiatif mempelajari karakter permainan gelandang-gelandang Eropa sebagai bagian dari upayanya beradaptasi dengan tuntutan posisi tersebut.
“Saya tentunya mau ditempatkan di mana pun. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk bisa mendapatkan permainan yang bagus dan sesuai dengan plan beliau (Shin Tae-yong). Tentunya ketika saya ditunjuk bermain sebagai gelandang, saya pelajari juga cara main gelandang di Eropa, bagaimana cara bermainnya agar sesuai dengan beliau. Jadi, mau bagaimana pun, kalau saya tidak mau, kan, saya tidak main. Jadi, ya harus mau,” ucap Ridho.