Saat Kalahkan Persib, Madura United Padukan Kebudayaan dan Sepak Bola

Saat Kalahkan Persib, Madura United Padukan Kebudayaan dan Sepak Bola

23 Oktober 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 MADURA UNITED FC

PAMEKASAN — Madura United FC tak hanya dikenal dengan fanatisme suporternya terhadap sepak bola, tetapi juga kuatnya tradisi keislaman yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Nilai-nilai tersebut tercermin saat Madura United menjamu Persib Bandung dalam lanjutan BRI Super League 2026/27.

Ribuan suporter Laskar Sape Kerrab memadukan semangat mendukung tim kebanggaan dengan identitas budaya santri. Mereka mengenakan sarung dan kopiah yang dikombinasikan dengan jersey Madura United. Sebagian di antaranya juga membawa syal untuk menyemarakkan suasana di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Kamis (22/10) malam.

Pemandangan tersebut serasa menjadi gambaran bagaimana sepak bola dapat berjalan beriringan dengan tradisi lokal masyarakat Pulau Garam. 

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi menegaskan, Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan bagi masyarakat Madura. Momentum tersebut memiliki makna spiritual dan kultural yang erat dengan kehidupan masyarakat, mengingat banyaknya santri yang menimba ilmu di berbagai pesantren.

"Bagi Madura, Hari Santri adalah hari yang sangat spesial karena ada ratusan ribu santri di sini. Itulah mengapa saya selalu mengatakan bahwa Madura adalah santri, dan sarungan adalah identitas santri Madura," ujar Achsanul Qosasi.

Menurutnya, nilai budaya masyarakat Madura juga tercermin dalam cara mereka menyambut tamu. Sikap terbuka dan penghormatan kepada pendatang merupakan tradisi yang terus dijaga.

"Menyambut tamu dengan tangan terbuka dan penghormatan penuh adalah amanah tradisi yang terus dijaga, sebab bagi warga Madura, kehadiran tamu senantiasa dimaknai sebagai pembawa keberkahan," imbuhnya.

Tradisi tersebut turut ditunjukkan saat Madura United menjamu Persib Bandung, klub yang memiliki rekam jejak prestasi di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia. "Semua tamu kami sambut dengan baik karena bagi orang Madura, tamu adalah rezeki," jelasnya.

Nuansa budaya lokal tidak hanya terlihat dari pakaian para suporter. Penonton yang hadir, termasuk pendukung Persib Bandung, juga disuguhi pertunjukan musik tradisional Ul-Daul atau Tong-Tong yang diiringi penari. Pertunjukan tersebut berlangsung saat jeda babak pertama dan setelah pertandingan berakhir.

Di tengah kemeriahan itu, Madura United berhasil mengamankan kemenangan 1-0 atas Persib Bandung. Gol Dimitar Mitkov menjadi penentu hasil pertandingan sekaligus melengkapi malam yang diwarnai perpaduan sepak bola dan budaya Madura.

Achsanul menilai, kehadiran unsur budaya lokal dalam pertandingan sepak bola dapat memberikan warna tersendiri bagi industri sepak bola nasional. Menurutnya, kreativitas dalam mengangkat kearifan lokal bisa berjalan beriringan dengan nilai sportivitas.

"Ide-ide budaya lokal seperti ini sangat efektif jika dilekatkan dengan sepak bola. Keduanya bisa berjalan seiring antara kreativitas dan sportivitas," pungkasnya.