SIDOARJO -- Manajemen Persipura Jayapura melakukan evaluasi terhadap performa tim sepanjang putaran pertama Pegadaian Championship 2026/27. Presiden Klub Persipura, Owen Rahadiyan, mengakui pencapaian tim yang mengumpulkan 14 poin sebelum pengurangan satu poin akibat sanksi musim sebelumnya belum memenuhi harapan.
Persipura melakoni sembilan pertandingan dengan empat kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Dengan pengurangan satu poin tersebut, Mutiara Hitam mengoleksi 13 poin dan menempati peringkat ke-6 klasemen sementara, dengan catatan memasukkan 21 gol dan kebobolan 14 gol.
Meski demikian, Persipura mengakhiri putaran pertama dengan hasil positif setelah mengalahkan Deltras FC 2-1 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (7/11) malam. Ruben Sanadi dkk sempat tertinggal melalui gol Rian Almeida Lopes pada menit ke-65, Persipura lantas membalikkan keadaan lewat Gunansar Papua Mandowen menit ke-78 dan Elisa Yahya Basna menit ke-90.
Owen menegaskan, evaluasi tidak hanya diarahkan kepada hasil pertandingan, tetapi juga mencakup dinamika internal dan pembenahan organisasi tim. Menurutnya, berbagai aspek perlu diperbaiki agar skuad Mutiara Hitam mampu meningkatkan konsistensi penampilan pada putaran berikutnya.
"Tentunya, saya tidak puas dengan poin yang kita raih. Namun kita juga harus ingat, dinamika di tim juga perlu (perbaikan), itu hal yang saya juga terus-menerus (minta) di evaluasi, bukan sekadar evaluasi, juga berbenah," tegas Owen ketika ditemui usai laga.
"Dan dengan adanya sanksi dari musim lalu, itu sangat memberatkan tim. Walaupun kita bilang (melakoni laga) home, itu bukan home, home kita di Jayapura," sambung pria yang bergabung Persipura sejak Mei 2025 itu.
Manajemen juga menyoroti perubahan komposisi ofisial pada awal kompetisi. Tim kebanggaan masyarakat Papua itu melakukan perombakan jajaran kepelatihan pada 23 September 2026 setelah hanya mengamankan satu hasil imbang dan satu kekalahan dari dua pertandingan pertama.
Di luar pembenahan teknis, Persipura juga memperkuat jajaran manajemen dengan menghadirkan Kamasan Yakob Komboy atau yang lebih dikenal sebagai Jack Komboy. Sosok yang memiliki kedekatan dengan perjalanan klub tersebut ditunjuk sebagai asisten manajer untuk mendampingi manajer Evelin Sanita Injaya. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat hubungan antara manajemen, pemain, dan nilai-nilai sepak bola Papua.
"Kita ini mendatangkan asisten manajer yang baru saya tunjuk dengan Ibu Evelyn tentunya, itu adalah Pak Jack Komboy, dan beliau hadir di dalam tim hari ini. Kita ini semua satu tim, tidak ada satu pemain bintang, ofisial bintang, atau manajemen yang bintang. Kita disini saling melengkapi, mempunyai kelemahan dan kekuatan masing-masing," tegas Owen.
Owen juga membuka peluang bagi legenda Persipura lainnya untuk mengambil bagian dalam rencana pengembangan klub pada masa mendatang. Ia menilai pengalaman dan pemahaman para mantan pemain terhadap karakter sepak bola Papua merupakan aset yang dapat mendukung perjalanan tim.