SLEMAN -- PSS Sleman U20 melanjutkan tren positif dengan meraih kemenangan kedua. Gol sundulan Abdul Qadeer Harun menit ke-7 melalui situasi sepak pojok menjadi penentu kemenangan sekaligus membawa Super Elang Jawa Muda mencatat dua kemenangan beruntun dalam dua pertandingan di Grup C EPA One 2026/27 melawan Persebaya U20.
Pada laga Sabtu (3/10) sore, PSS U20 menang 1-0 lewat gol tunggal Bagus Legowo di menit ke-48.
Duel seru kedua tim juga berlangsung di Stadion Tridadi, Sleman, Minggu (4/10) sore. Pertandingan berjalan dalam tempo kompetitif dengan kedua tim berupaya mengembangkan permainan sejak menit awal.
Pelatih Kepala PSS Sleman U20, Sansan Susanpur, menilai terdapat perbedaan mental dan permainan anak asuhnya dibandingkan pertandingan sebelumnya. Pada laga pertama, ia menilai sejumlah pemain mengalami demam panggung karena tampil di hadapan pendukung sendiri.
“Ada perbedaan antara pertandingan hari pertama dan kedua. Kami sudah melihat situasi anak-anak, terutama dari sisi mental. Pasti ada demam panggung karena mereka bermain di kandang sendiri. Pada babak pertama, kami juga melihat mereka sedikit tegang. Namun, pada babak kedua kami bisa lebih mencairkan suasana,” ujar Sansan.
Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan mental para pemain. Bahkan, meski PSS U20 harus menerima dua kartu merah, Sansan tetap memberikan apresiasi terhadap kontribusi seluruh pemain dalam pertandingan.
Memasuki pertandingan kedua, PSS U20 sudah memiliki gambaran mengenai permainan Persebaya U20. Sansan mengaku telah memperkirakan lawan akan mempertahankan pendekatan permainan yang sama meskipun melakukan perubahan komposisi pemain.
“Untuk pertandingan yang kedua ini, saya sudah memperkirakan Persebaya akan bermain dengan cara yang sama, meskipun dengan pemain yang berbeda. Namun, kali ini kami bermain lebih cair, lebih menikmati pertandingan, dan tidak memiliki beban yang begitu signifikan. Sehingga, anak-anak bisa bermain lebih nyaman. Mungkin itu perbedaannya,” tutur Sansan.
“Yang jelas, kunci utamanya adalah komunikasi. Ada beberapa petunjuk yang harus saya sampaikan bahwa kami sudah berlatih bagaimana melakukan wing play, midfield play, stopper play, bagaimana posisi gelandang bertahan, dan defend direct. Selain itu, setiap pemain harus memberikan kontribusi, baik dalam attacking maupun defending,” jelasnya.
Kemenangan atas Persebaya U20 sekaligus menunjukkan perkembangan PSS U20 dalam mengelola tekanan pertandingan. Tidak hanya mengandalkan aspek teknis dan taktik, skuad muda Laskar Sembada juga terus membangun komunikasi serta ketenangan sebagai bagian dari proses menuju penampilan yang lebih matang sepanjang kompetisi EPA One 2026/27.