SLEMAN -- Kekalahan PSS Sleman dari Bali United FC pada laga pekan perdana BRI Super League 2026/27 telah menjadi bahan evaluasi pelatih Pieter Huistra. Dan kini, skuad berjuluk Super Elang Jawa fokus penuh untuk persiapan laga kandang menghadapi Madura United FC pada pekan kedua yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (12/9) sore.
Laga lawan Madura United sekaligus menjadi kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dan merespons hasil pertandingan sebelumnya.
Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, menyebut masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satu fokus utamanya adalah meningkatkan dominasi penguasaan bola, sembari menunggu beberapa pemain kembali bergabung agar pilihan di dalam skuad semakin beragam.
“Evaluasinya adalah kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami masih harus berkembang, terutama dalam hal mendominasi penguasaan bola. Kami juga masih harus mengembalikan beberapa pemain ke dalam tim. Kami masih memiliki beberapa pilihan yang bisa dimanfaatkan,” ujar Pieter Huistra.
Laga melawan tim berjuluk Serdadu Tridatu lalu tetap memberikan sejumlah catatan positif. Moussa Bagayoko dkk terbukti mampu menjaga intensitas menyerang serta bertahan dalam pertandingan hingga akhir.
Namun, pelatih asal Belanda ini menegaskan standar tersebut harus ditingkatkan. Catatan dari Gianyar kini menjadi bekal mempersiapkan permainan yang lebih baik saat Madura United FC datang ke Stadion Maguwoharjo.
“Bali United FC adalah tim yang bagus. Kami tetap berada dalam pertandingan, terus berjuang, dan itu merupakan hal yang positif. Namun, kami harus bermain lebih baik dari pertandingan tersebut. Itu sudah pasti,” ucapnya menambahkan.
Selain aspek permainan, kesiapan mental menjadi bagian penting dalam persiapan menuju laga kontra Laskar Sape Kerrab. Pieter Huistra menilai para pemain memiliki karakter yang cukup kuat untuk menerima kekalahan, kemudian segera bangkit dan kembali bekerja.
Baginya, pertandingan pembuka telah selesai dan tidak boleh menjadi beban memasuki pekan kedua. “Saya pikir para pemain cukup kuat. Kami memiliki perpaduan pemain yang bagus, termasuk pemain-pemain berpengalaman. Mereka tahu bahwa terkadang Anda kalah dan mudah-mudahan kami lebih sering menang. Namun, ketika mengalami kekalahan, Anda harus segera bangkit. Itulah sepak bola,” tegasnya.
Begitu pula dengan sejumlah momen kurang beruntung di Gianyar. Penalti dan kesalahan yang berujung pada gol kedua menjadi bagian dari evaluasi, bukan alasan untuk terus menoleh ke belakang. Pieter memilih menjadikannya pelajaran agar PSS lebih siap menghadapi setiap situasi ketika berhadapan dengan Madura United.
“Pertandingan pertama memang sedikit kurang beruntung. Jika melihat penalti dan kesalahan yang terjadi pada gol kedua, terkadang Anda memang bisa sedikit kurang beruntung dalam sepak bola. Namun, kami sudah melupakan hal tersebut. Untuk pertandingan berikutnya, mudah-mudahan kami mendapatkan situasi yang sebaliknya,” ujarnya.
Bakal bermain di kandang sendiri memberi PSS kesempatan untuk menerjemahkan hasil evaluasi ke dalam penampilan yang lebih solid. Penguasaan bola harus lebih baik, kesalahan harus diminimalkan, dan mentalitas untuk terus menyerang kemenangan harus dijaga sejak awal pertandingan.
“Kami selalu memulai setiap pertandingan dengan tujuan untuk menang. Saya juga berusaha menanamkan hal tersebut kepada para pemain. Baik bermain di kandang maupun tandang, kami selalu berusaha meraih kemenangan. Memang, kami tidak selalu menang. Namun, setiap kali turun ke lapangan, tujuan kami adalah memenangkan pertandingan,” pungkasnya.