YOGYAKARTA – PSIM Yogyakarta akan menjalani laga perdananya di arena BRI Super League 2026/27 dengan menjamu Persita Tangerang. Laga kedua tim akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu (5/9) kickoff 15.30 WIB.
Laga pertama nanti menjadi terasa lebih istimewa karena bertepatan langsung dengan peringatan hari ulang tahun ke-97 PSIM. Laskar Mataram lahir pada 5 September 1929 silam.
Tak heran jika PSIM pada laga besok dipastikan bakal tampil makin fight. Selain untuk mengamankan kemenangan di laga pembuka di kandang sendiri, juga sekaligus berburu kado ulang tahun yang istimewa.
Pelatih Kepala PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, menyatakan antusiasme tinggi seluruh anggota tim menyambut kompetisi resmi setelah melewati rangkaian persiapan panjang. “Ini adalah awal dari musim baru. Saya sangat bersemangat setelah libur panjang dan masa pramusim cukup panjang,” kata Van Gastel pada sesi jumpa pers di Yogyakarta, Jumat (4/9).
Masa pramusim dimanfaatkan staf pelatih PSIM guna mematangkan skema permainan serta menjaga kesiapan fisik pemain secara menyeluruh. “Kami benar-benar ingin segera memulai kompetisi kembali, terlebih besok bertepatan hari ulang tahun PSIM. Ini akan menjadi hari spesial, dan saya sangat menantikannya,” Van Gastel menegaskan.
Juru taktik asal Belanda tersebut memaparkan refleksi perjalanan tim sejak berhasil promosi ke kompetisi kasta teratas. “Jika melihat perjalanan PSIM menghabiskan 18 tahun di kasta kedua sebelum meraih promosi, prioritas utama kami musim lalu sebagai tim promosi adalah bertahan agar tidak terdegradasi. Tentu saja, setiap tim selalu memiliki kekuatan serta kelemahan masing-masing,” paparnya.
Efektivitas penyerangan saat menghadapi pertahanan lawan juga menjadi fokus perbaikan tim pelatih. Upaya membongkar pertahanan rapat (low block) membutuhkan variasi pendekatan taktik tersendiri.
“Kami jelas memiliki kendala dalam penyelesaian akhir di sepertiga akhir lapangan. Seperti pernah disampaikan Arne Slot saat melatih Liverpool musim lalu, sangat sulit membongkar pertahanan blok rendah. Jika Liverpool saja kesulitan menghadapinya, tim seperti PSIM menghadapi tantangan serupa,” tegasnya.
Meski sempat memiliki catatan kurang baik pada pertemuan dengan Persita musim sebelumnya, Van Gastel enggan menjadikan hal tersebut sebagai patokan.
“Untuk musim ini, kami mendatangkan beberapa pemain berprofil berbeda demi mengatasi kendala musim lalu. Setiap musim komposisi skuad selalu berbeda, jadi hasil musim lalu tidak lagi relevan. Yang terpenting adalah kami mempersiapkan diri secara matang,” ucap mantan pelatih Besiktas FC tersebut.
Analisis terhadap skema lawan juga telah disiapkan guna mengamankan poin penuh di kandang. “Saya sudah meninjau kembali laga-laga melawan mereka musim lalu. Mengingat Persita masih ditangani pelatih kepala sama, saya berasumsi dia mempersiapkan timnya lewat cara serupa, dan kami mempertimbangkan setiap detail agar meraih hasil positif besok,” pungkasnya.