TANGERANG -- Menjelang bergulirnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola putri, Indonesia Women's League (IWL) 2026/27, manajemen Persita Women memilih untuk bersikap realistis namun tetap optimistis.
Tim berjuluk Pendekar Cisadane ini menegaskan tidak ingin terbebani oleh target muluk di musim debut mereka.
Manajer Persita Women, Robert Patrick, mengungkapkan bahwa fokus utama tim saat ini adalah membangun fondasi yang kuat dan mematangkan performa di setiap pertandingan.
"Di musim perdana ini kami tak menargetkan secara spesifik, kami akan melihat dan fokus menjalani laga demi laga. Tentu kami ingin memberikan yang terbaik di musim ini," ujar Robert Patrick.
Langkah ini dinilai bijak mengingat IWL 2026/27 merupakan era baru bagi sepak bola wanita profesional di Indonesia setelah vakum cukup lama.
Dengan komposisi skuad yang memadukan talenta muda dan beberapa penggawa berlabel Timnas Wanita Indonesia seperti Ayunda Dwi Anggraini dan Gadhiza Asnanza, Persita Women lebih memilih untuk mematangkan chemistry tim di bawah arahan pelatih kepala Febriardi Bobihoe.
Persita Women akan memulai pembuktian perdana mereka di atas lapangan pada pertengahan Oktober ini, bersaing dengan lima klub pelopor lainnya dalam kompetisi yang menggunakan sistem terpusat di Jakarta.