SURABAYA - Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menatap laga pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 melawan Persita Tangerang dengan penuh kewaspadaan.
Dia menilai calon lawannya kini berada dalam tren positif dan menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan putaran pertama.
Pada pertemuan sebelumnya, Persebaya memang berhasil mencuri kemenangan tipis 1-0. Namun, baginya hasil tersebut sudah tidak relevan untuk dijadikan acuan.
“Persita terus menanjak. Mereka sekarang adalah tim yang lebih baik. Kami sudah menganalisis permainan mereka,” kata pelatih asal Portugal itu.
Kemenangan telak Persita 4-1 atas Madura United FC di laga terakhir sebelum jeda kompetisi semakin mempertegas kekuatan mereka. Situasi ini berbanding terbalik dengan kondisi Persebaya yang baru saja menelan kekalahan pahit.
“Motivasi mereka tinggi setelah menang besar. Sementara kami datang dari kekalahan 5-1, dan tidak ada yang suka hasil seperti itu,” imbuhnya.
Kini di tengah tekanan hasil dan kondisi tim, mantan pelatih PSM Makassar itu memilih menitikberatkan pembenahan pada aspek mental. Menurutnya, kebangkitan tim tidak hanya ditentukan oleh strategi, tetapi juga oleh cara berpikir pemain di lapangan.
Dia juga menilai mental yang kuat hanya bisa dibangun melalui kerja keras yang konsisten dalam latihan. Dari proses itu, rasa percaya diri akan tumbuh dan membantu pemain menghadapi tekanan pertandingan.
Selain mental, dia juga menyoroti sejumlah aspek teknis yang perlu diperbaiki. Ia menekankan pentingnya pengambilan keputusan yang tepat, baik saat menyerang maupun bertahan.
“Kami harus membuat keputusan yang lebih baik, memperbaiki posisi saat tanpa bola maupun dengan bola,” kata Bernardo Tavares.
Untuk itu dia meminta Bruno Moreira dkk untuk tampil lebih disiplin dengan meminimalkan kesalahan serta menjaga intensitas permainan.
“Kita harus mempertahankan agresivitas, memenangkan duel, dan tetap konsisten sepanjang pertandingan,” sambungnya.
Laga melawan Persita sendiri akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (4/4) malam. Menjadi momentum penting bagi Persebaya untuk bangkit. Meski berada dalam situasi yang tidak ideal, peluang meraih tiga poin tetap terbuka.
Dia menegaskan, kunci utama ada pada seberapa besar keinginan tim untuk berubah dan bekerja lebih keras dibandingkan lawan.
“Kami ingin menang. Tapi itu hanya bisa terjadi kalau kami menunjukkan di lapangan bahwa kami menginginkan lebih dari mereka,” pungkas pelatih berlisensi UEFA Pro itu.