DEPOK -- Persija Jakarta U20 menutup rangkaian pertandingan pekan kedua Elite Pro Academy (EPA) One 2026/27 dengan hasil meyakinkan. Bermain di Persija Training Ground, Depok, Minggu (11/10), Macan Kemayoran muda mengamankan kemenangan telak 5-0 atas Java United U20.
Micko Maulid membuka keran gol Persija melalui dua golnya pada menit ke-18 dan ke-24. Keunggulan tim kemudian bertambah lewat gol Agi Firmansyah pada masa tambahan waktu babak pertama (45+3’). Selepas turun minum, Greyfaldi Abdulmanan dan Andi Muhammad turut mencatatkan nama di papan skor, masing-masing pada menit ke-70 dan ke-82.
Hasil tersebut menjadi respons positif Persija setelah kedua tim bermain imbang 1-1 sehari sebelumnya. Dalam pertandingan Sabtu (10/10), Persija sempat tertinggal akibat gol Albeto Ronggaempi pada menit ke-90+5. Dzaki Ahmad Al Ghazali kemudian memastikan Macan Kemayoran muda terhindar dari kekalahan melalui gol penyeimbang semenit berselang.
Pelatih Persija U20, Blitz Tarigan, menilai persoalan utama pada pertandingan pertama terletak pada kesulitan tim menembus pertahanan lawan. Java United dinilai menerapkan strategi defensif dengan menempatkan banyak pemain di area belakang untuk menjaga hasil pertandingan.
“Pada pertandingan pertama, Sabtu lalu, anak-anak kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan. Tim lawan memang datang dengan pendekatan bertahan dan berusaha menghindari kekalahan, sehingga lebih banyak menumpuk pemain di area pertahanan. Situasi itu membuat kami kesulitan menciptakan gol. Kami juga sempat kecolongan dan sedikit panik, tetapi akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit-menit akhir,” katanya.
Meski hanya meraih hasil imbang pada laga pembuka, Blitz melihat permainan anak asuhnya telah menunjukkan perkembangan yang positif. Menurutnya, Persija mampu menghasilkan sejumlah peluang, tetapi efektivitas penyelesaian akhir masih perlu ditingkatkan. Ia pun berusaha mengubah kekecewaan para pemain menjadi dorongan untuk tampil lebih baik pada pertemuan berikutnya.
“Anak-anak sedikit kecewa dengan hasil tersebut. Namun, saya sampaikan kepada mereka bahwa secara permainan, performa tim sebenarnya sudah bagus. Kami mampu menciptakan banyak peluang, hanya saja belum bisa memaksimalkannya menjadi gol,” tutur Blitz.
Alih-alih merombak pendekatan taktik secara besar-besaran, Blitz memilih memperkuat aspek mental dan kepercayaan diri pemain menjelang laga kedua. Ia meminta tim mempertahankan pola permainan yang telah dibangun, sembari terus mencari celah untuk melewati rapatnya barisan pertahanan Java United.
“Menjelang pertandingan kedua, kami lebih banyak memberikan motivasi tanpa melakukan banyak perubahan taktik. Saya meminta anak-anak tetap bermain seperti pada laga pertama, menjaga kepercayaan diri, dan terus mengalirkan bola untuk membongkar pertahanan lawan,” ujar Blitz.