DEPOK -- Persija Jakarta U18 menutup pekan keempat Elite Pro Academy (EPA) One 2026/27 dengan hasil sempurna. Bermain di Persija Training Ground, Depok, pada 24–25 Oktober 2026, Macan Muda mengamankan enam poin setelah mengalahkan Isenmuleng Kalteng FC U18 dalam dua pertandingan beruntun.
Produktivitas Muhammad Obama Rusdi menjadi salah satu sorotan dalam rangkaian laga tersebut. Penyerang muda Persija itu mencetak satu gol pada pertemuan pertama dan memborong dua gol pada pertandingan berikutnya, sekaligus berperan penting dalam keberhasilan tim meraih dua kemenangan.
Pada laga pembuka, Persija lebih dahulu berada dalam posisi tertinggal akibat gol Radit Putra pada menit ke-28. Kendati demikian, skuad asuhan Ramdani Lestaluhu mampu merespons situasi tersebut. Muhammad Rasyid Rabbani menyamakan kedudukan pada menit ke-40 sebelum Obama memastikan keunggulan Persija pada menit ke-68. Skor 2-1 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Persija kemudian tampil lebih efektif pada pertemuan kedua. Obama membuka keunggulan pada menit ke-30 dan kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-62. Dua gol tersebut mengantarkan Macan Muda meraih kemenangan 2-0 sekaligus menuntaskan pekan keempat dengan catatan dua kemenangan.
Di balik hasil positif itu, Ramdani menyoroti perkembangan pemain dalam menghadapi pendekatan permainan lawan. Menurutnya, Isenmuleng Kalteng menerapkan pertahanan rapat yang membuat para pemain Persija kesulitan menemukan celah pada pertandingan pertama. Evaluasi yang dilakukan setelah laga tersebut pun dinilai membuahkan hasil pada pertemuan berikutnya.
“Kami bertemu tim yang bermain sangat low block dengan menaruh banyak pemain di garis pertahanan mereka sendiri. Pada pertandingan pertama, anak-anak sangat kesulitan. Namun, di pertandingan kedua, mereka menjalankan tugasnya dengan baik setelah kami melakukan evaluasi terhadap gaya bermain lawan,” ujar Ramdani.
Lebih dari sekadar hasil pertandingan, Ramdani berharap kompetisi usia muda menjadi sarana untuk membentuk karakter permainan yang berorientasi pada penguasaan bola dan keberanian menyerang. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk mendukung perkembangan kemampuan setiap pemain.
“Saya berharap di kompetisi pembinaan ini kita bisa mengajarkan pemain untuk bermain dengan gaya menyerang, dengan banyak melakukan sentuhan dengan bola, karena itu sangat bagus untuk perkembangan mereka secara individu,” tuturnya.