LAMONGAN -- Persiba Balikpapan harus menerima kenyataan pahit usai dipermalukan Kendal Tornado FC dengan skor telak 0-3 dalam laga pekan keenam Pegadaian Championship 2026/27. Pertandingan ini berlangsung di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, Jumat (16/10) malam.
Bertindak sebagai tuan rumah, Beruang Madu terpaksa bermain di luar kota karena Stadion Batakan saat ini masih dalam proses renovasi.
Kendal Tornado FC langsung tampil mendominasi sejak menit awal pertandingan. Gelombang serangan tim tamu membuahkan hasil lewat tiga gol yang dicetak oleh Irpan Abadi Siregar, Ousmane Camara serta dilengkapi oleh gol Patrick Cruz.
Kekalahan keenam secara beruntun ini membuat tim berjuluk Beruang Madu tersebut semakin terbenam di dasar klasemen Grup B alias Grup Timur di posisi ke-9. Situasi Persiba semakin sulit karena belum mengemas poin sama sekali, ditambah lagi adanya hukuman pengurangan empat poin akibat regulasi pemenuhan lisensi klub.
Usai laga, caretaker pelatih Persiba Balikpapan, Yus Arfandy, mengakui keunggulan lawan yang tampil di atas performa timnya. Kendati demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap perkembangan mental bertanding anak asuhnya yang perlahan mulai membaik meskipun sempat dikejutkan oleh gol cepat lawan.
"Alhamdulillah, walaupun dari segi permainan kita tahu Kendal Tornado FC di atas dari kami, tapi mental pemain-pemain kita sudah mulai baik, dan juga karena hanya kebobolan menit awal-awal saja," ujar Yus Arfandy.
Ia juga menyayangkan sejumlah peluang yang berhasil diciptakan oleh timnya di sepanjang pertandingan, namun gagal dimaksimalkan menjadi gol oleh para pemain di lapangan. Meski menanggung penuh tanggung jawab atas hasil minor ini, Yus memilih untuk segera membangkitkan kembali motivasi skuadnya agar bisa move on menatap laga selanjutnya.
"Ketika sudah berjalan waktu, kita mendapatkan peluang tapi tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya pemain kita. Dan saya harap pemain tetap maksimal untuk kedepannya, di pertandingan ini kita lewatkan, fokus lagi. Semua tetap tanggung jawab saya sebagai head coach, caretaker di sini. Jadi saya pikir anak-anak bisa menikmati pertandingan ditambah bagaimana saya mengangkat semangatnya kembali," tegasnya.