MALANG -- Persiba Balikpapan harus menelan kekalahan dramatis pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/27. Sempat unggul dua gol di babak pertama, tim berjuluk Beruang Madu tersebut justru berbalik kalah 3-2 dari tuan rumah RANS Nusantara FC di Stadion Kanjuruhan, Minggu (13/9).
Persiba Balikpapan tampil menggebrak sejak awal laga. Laga baru berjalan lima menit, penyerang asal Jepang, Takumu Nishihara, langsung membuka keunggulan. Keunggulan tim tamu makin menjauh setelah Ryohei Yoshiyama menggandakan skor menjadi 0-2 yang bertahan hingga turun minum.
Namun, situasi berbalik di babak kedua. RANS Nusantara FC bangkit dan mencetak tiga gol balasan masing-masing melalui Amanhom Buku Khamis, Jan Martin, dan Dedik Setiawan di penghujung laga.
Pelatih Kepala Persiba Balikpapan, Sudirman, mengakui kekalahan ini sangat menyakitkan. Ia menyebut hilangnya fokus akibat pergantian pemain cedera serta mepetnya masa persiapan menjadi faktor utama hasil minor ini.
"Pertandingan berakhir dengan kekalahan kami 3-2. Laga berlangsung sangat menarik, kedua tim saling serang. Kemenangan atau keunggulan kami di babak pertama ternyata tidak menjamin kami bisa menang," ujar Sudirman usai laga.
Sudirman menjelaskan bahwa cedera pemain memaksa timnya melakukan perombakan di tengah pertandingan, yang berimbas pada koordinasi lapangan.
"Permasalahan pertama adalah beberapa pemain kami cedera sehingga harus diganti. Dengan pergantian itu, terjadi banyak miskomunikasi di lapangan. Pemain berada dalam tekanan di akhir babak kedua sehingga gol-gol lawan terjadi dengan mudah," jelasnya.
Ia juga tak menampik persiapan tim yang singkat menjadi catatan evaluasi tersendiri. "Waktu persiapan kami hanya satu bulan, tim berkumpul cuma satu bulan. Memang itu menjadi salah satu faktor. Saat pergantian pemain, fokus pemain jadi hilang, chemistry terganggu, dan muncul ketakutan saat menerima bola," tambah Sudirman.
Mengenai performa pemain asingnya seperti Ryohei Yoshiyama yang sempat mencetak gol namun diganti di babak kedua, Sudirman memiliki alasan taktis.
"Namun karena yang dimasukkan pemain muda, mental mereka mungkin belum siap dengan laga seketat tadi, sehingga muncul lubang yang dimanfaatkan RANS Nusantara," paparnya.
Sementara itu, perwakilan pemain Persiba Balikpapan, Akbar Hermawan, menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan mempertahankan keunggulan di laga pembuka ini.
"Pertandingan tadi cukup melelahkan buat kami. Kami unggul di babak pertama, tetapi di 25 menit terakhir kami seperti kehilangan fokus. Seluruh pemain meminta maaf kepada suporter dan warga Balikpapan," tutur Akbar.