Marko Dugandzic Ungkap Kesalahan Bali United, Terlalu Mengikuti Permainan Java United

Marko Dugandzic Ungkap Kesalahan Bali United, Terlalu Mengikuti Permainan Java United

17 Oktober 2026

BRI SUPER LEAGUE 2026-27 BALI UNITED FC

SEMARANG -- Marko Dugandzic menilai Bali United kehilangan kesempatan mendapatkan hasil lebih baik saat menghadapi Java United pada pekan kelima BRI Super League 2026/27. Menurutnya, tim sempat mengendalikan pertandingan, tetapi tidak selalu menjalankan pendekatan permainan yang tepat.

Bali United harus mengakui keunggulan Java United dengan skor 2-3 di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (16/10) malam. 

"Ya, seperti yang dikatakan pelatih, sebagian besar jalannya pertandingan kami yang menguasai permainan. Namun, Java United memang menjalankan rencana yang tepat, dan mereka melakukannya dengan sangat baik pada akhirnya," ujar pemain asal Kroasia itu.

Bali United sempat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui Teppe Yachida setelah tertinggal pada babak pertama. Namun, Gustavo Almeida kembali membawa Java United unggul 2-1 pada menit ke-78.

"Menurut saya, gol ketiga seharusnya tidak terjadi dalam kedudukan 2-1, kami masih punya peluang dalam pertandingan dan masih ada waktu untuk mencetak gol, tetapi gol ketiga itu terasa terlalu mudah," imbuhnya.

Dia mengatakan gol tersebut tercipta setelah Bali United harus bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah Kadek Arel. Kei Hirose kemudian memanfaatkan situasi itu untuk membawa Java United unggul 3-1.

Selain persoalan pertahanan, dia menyoroti cara Bali United membangun serangan. Menurutnya, tim terkadang justru mengikuti pola permainan yang diinginkan lawan.

"Ada beberapa momen di mana kami justru bermain mengikuti keinginan Java seperti melakukan umpan silang lambung dan hal-hal semacam itu. Padahal, saat kami mulai menyerang ke ruang kosong dan memainkan operan-operan pendek, kami mampu menciptakan lebih banyak peluang," tutur Marko Dugandzic.

Setelah Java United mencetak gol ketiga, Bali United masih berusaha memperkecil ketertinggalan. Jens Raven berhasil mencetak gol pada penghujung pertandingan, tetapi waktu yang tersisa tidak cukup bagi Serdadu Tridatu untuk menyamakan skor.

"Ya, pada akhirnya mereka yang meraih tiga poin. Kami harus belajar dari pengalaman ini dan tampil lebih baik lagi ke depannya," pungkasnya.

Untuk itu bagi Bali United, kekalahan di Semarang menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pengambilan keputusan ketika menyerang, menjaga organisasi pertahanan, dan mempertahankan konsentrasi dalam situasi sulit. Penguasaan bola saja tidak cukup apabila tidak diikuti efektivitas dan ketepatan dalam menjalankan rencana permainan.