BANDUNG -- Decak kagum mengiringi selebrasi emosional Mariano Peralta usai laga sengit babak playoff AFC Champions League Two (ACL 2) di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Winger anyar berpaspor Argentina tersebut menjadi pahlawan penentu kelolosan Persib Bandung berkat gol tunggal berkelasnya ke gawang wakil Filipina, Manila Digger FC.
Ketenangannya mengeksekusi peluang emas di paruh kedua tidak hanya mengunci kemenangan 1-0 untuk Pangeran Biru, tetapi juga membuka jalan menuju persaingan di kancah antarklub Asia. Bagi Peralta, torehan tersebut menjadi penanda manis atas proses adaptasinya bersama Pangeran Biru yang berjalan sangat mulus.
“Laga yang berat, kami sebenarnya bisa mencetak gol lebih awal, tetapi yang terpenting bagi kami, saya beruntung bisa mencetak gol dan membantu tim meraih target kami untuk berlaga di Champions League Two. Saya rasa, saya beruntung bisa mencetak gol di laga ini,” ungkap Peralta.
Peralta menjelaskan bahwa gol yang dicetaknya bukan sekadar perayaan pribadi, melainkan buah dari pergerakan kolektif dan kerja keras seluruh tim yang tampil disiplin menekan pertahanan lawan dari awal hingga akhir pertandingan. Peralta mengakui bahwa mengurai lini pertahanan rapat yang dibangun Manila Digger FC bukanlah tugas yang mudah.
Keberhasilan melangkah ke putaran final ACL 2 dipandang Peralta sebagai awal dari tantangan yang jauh lebih besar. Ia menegaskan bahwa kelolosan ini harus menjadi pijakan bagi tim untuk terus mengasah performa dan menjaga konsistensi permainannya.
Mengingat peta persaingan di fase grup Asia diisi oleh klub-klub mapan, Peralta berkomitmen untuk terus meningkatkan kebugaran fisik dan kematangan taktisnya agar dapat memberikan kontribusi maksimal di laga-laga berikutnya.
“Ya, tentu saja mereka adalah tim-tim yang tangguh. Kami akan banyak melakukan perjalanan, perjalanan jauh juga, tapi kami akan berusaha memberikan yang terbaik, kerja keras terbaik kami untuk lolos ke babak berikutnya,” tuturnya.