BANDUNG - Musim yang berat dilalui oleh penjaga gawang Persib Bandung Teja Paku Alam. Sejak awal musim ia harus bersaing menjadi kiper utama tim. Kerja keras dan keberuntungan membawanya catat rekor clean sheet terbanyak sepanjang sejarah Liga Indonesia, 18 clean sheet, sekaligus membawa Persib juara BRI Super League 2025/26.
Catatan 18 clean sheet Teja Paku Alam melampaui pendahulunya, legenda Persipura Jayapura Yoo Jae Hoon pernah catat 17 clean sheet musim 2013. Teja ucap rasa syukur karena mampu menorehkan sejarah di Liga Indonesia yang mungkin bakal sulit dilampaui kiper lainnya dalam beberapa musim ke depan.
“Ya Alhamdulillah bisa mendapatkan rekor tersebut. Semua yang saya dapat juga bantuan dari teman-teman. Semoga bisa bertahan clean sheetnya dan bisa dipecahkan lagi sama diri sendiri,” kata Teja.
Pemain asal Sumatera Barat ini memaknai pencapaiannya hattrick juara bersama Persib sebagai pencapaian fantastis dalam kariernya. “Hattrick juara bagi saya mungkin pencapaian yang luar biasa. Bisa membawa Persib juara tiga kali,” kesannya.
Bergabung dengan Persib musim 2020, Teja perlu berjuang hingga tahun keempat mendapatkan gelar pertamanya musim 2023/24. Dalam tiga musim terakhir, Teja bersaing sehat dengan penjaga gawang asing yang didatangkan Bojan Hodak seperti Kevin Ray Mendoza (Filipina) dan Adam Przybek (Wales).
Pasca Mendoza hengkang, Adam Przybek didatangkan, namun sang pemain mengalami cedera di awal musim. Ini yang bikin Teja punya satu jalan menunjukkan kualitas dan konsistensi, dan berhasil di musim ini.
“Buat main aja mungkin nggak kepikiran ya awalnya (apalagi juara). Saya mengucapkan terima kasih untuk Coach Bojan dan Coach Mario (Jozic) juga yang memberi kepercayaan. Gak nyangka bisa bermain mendapatkan hattrick (juara), mendapatkan clean sheet 18, gak nyangka,” ucapnya.