Kembali Merumput, Fachruddin Lega Lewati 9 Bulan Penuh Tantangan

Kembali Merumput, Fachruddin Lega Lewati 9 Bulan Penuh Tantangan

31 Desember 2025

PEGADAIAN CHAMPIONSHIP 2025-26 PSS SLEMAN

SLEMAN – Laga pekan ke-13 Pegadaian Championship 2025/26 melawan Persipal FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Minggu (28/12) malam lalu menjadi hari istimewa bagi bek PSS Sleman, Fachruddin Aryanto. Pasalnya, ini menjadi momen kembalinya dia ke lapangan hijau setelah melewati waktu terbilang lama untuk penyembuhan cedera.

Usai melewati masa pemulihan yang panjang, Fachruddin akhirnya kembali dipercaya tampil sebagai starting line up. Dia pun bermain selama 87 menit sebelum ditarik keluar digantikan Jajang Mulyana.

Hal ini menjadi sebuah bukti bahwa kerja keras, kesabaran, dan keyakinan tidak pernah mengkhianati hasil. “Saya sangat berterima kasih kepada tim medis PSS yang sudah membantu saya mulai dari proses medis kemudian berlanjut proses penyembuhan hingga bisa bermain kembali,” kata Fachruddin.

Pemain asal Klaten ini juga mengakui bahwa masa menepi dari lapangan adalah periode terberat dalam perjalanan karirnya. Melawan kejenuhan menjalani rutinitas yang harus dilewati serta rasa rindu yang besar segera bermain sepak bola.

“Jujur tidak mudah, tantangan terberatnya selama sembilan bulan melawan jenuh dan kerinduan bermain. Alhamdulillah dengan dukungan keluarga dan rekan satu tim membuat saya tetap semangat untuk kembali,” imbuh Fachruddin.

Kembali ke lapangan sebagai pemain inti tentu bukan perkara mudah. Fachruddin mengungkapkan bahwa kepercayaan diri dibangun sedikit demi sedikit, dimulai dari latihan ringan, uji tanding internal hingga akhirnya mendapat kepercayaan tampil penuh di laga resmi.

“Kepercayaan dari tim pelatih menjadi salah satu faktor penting saya bisa mengembangkan rasa percaya diri turun bermain. Kemudian yang tidak kalah pentingnya, saya telah menjalani semua tahapan yang sudah dilewati selama penyembuhan,” tutur pemilik nomor punggung 19 di skuad Super Elja.

Usai sembuh dari cedera panjang, dia mengakui mulai beradaptasi dengan situasi pertandingan dengan kalkulasi matang dalam mengambil keputusan, positioning serta mengelola tempo permainan dengan lebih tenang.

“Karena pada pertandingan pertama kemarin, saya sedikit beradaptasi dan berhati-hati. Untuk pertandingan berikutnya Insha Allah bisa lebih baik lagi,” ucapnya optimistis.