GIANYAR – Tekad PSS Sleman untuk dapat mencatat hasil positif di laga perdananya di arena BRI Super League 2026/27 gagal terpenuhi. Dijamu Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (4/9) malam, skuad Super Elang Jawa harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor 1-2.
Dalam sebuah situasi berbahaya di area kotak penalti PSS, pelanggaran terjadi di lini belakang sehingga membuat wasit Thoriq Munir Alkatiri menunjuk titik putih. Bali United mampu memanfaatkan momentum tersebut dengan membuka keunggulan melalui eksekusi penalti yang diambil Teppei Yachida pada menit ke-40.
Menit ke-66, Bali United menambah keunggulan lewan Queven Inacio yang memanfaatkan kesalahan lini belakang PSS saat melakukan kontrol bola untuk mengubah skor menjadi 2-0. PSS akhirnya berhasil memperkecil jarak melalui gol sundulan Melvyn Lorenzen pada menit 90+6 yang memanfaatkan umpan silang Saiful Djoge.
Kekalahan ini membuat Super Elang Jawa gagal membawa pulang poin dari laga perdana. Meski demikian, perjuangan dan semangat untuk memberikan perlawanan hingga akhir pertandingan menjadi modal penting bagi PSS dalam menatap laga-laga berikutnya.
Hasil tersebut juga menjadi evaluasi penting bagi Pieter Huistra dan jajaran tim pelatih. Pelatih asal Belanda itu menyoroti sejumlah momen yang dinilai menjadi pembeda dalam pertandingan, termasuk situasi penalti serta kesalahan yang berujung pada gol kedua Bali United FC.
“Kami tentu berharap bisa mendapatkan hasil yang lebih baik. Saya pikir kami sedikit tidak beruntung, terutama dalam situasi penalti. Bahkan, saya bisa mengatakan kami benar-benar sangat tidak beruntung. Kemudian, gol kedua juga terjadi karena kesalahan dari pemain kami sendiri,” kata Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra.
Meskipun mengalami kekalahan pada pertandingan ini, Pieter Huistra tetap melihat sisi positif dari penampilan para pemainnya, terutama keberanian untuk terus berusaha hingga menit akhir pertandingan.
“Namun, ada hal positif yang bisa kami ambil. Setelah tertinggal 0-2, kami tidak berhenti bermain. Kami tetap berusaha, terus mencoba, dan mencari cara untuk kembali ke pertandingan. Pada akhirnya, kami berhasil mencetak gol yang bagus, tetapi sayangnya gol tersebut datang terlalu terlambat,” imbuhnya.
Kekalahan di Gianyar menjadi bahan evaluasi bagi PSS untuk segera berbenah. Hasil ini menjadi pengingat atas sejumlah hal yang perlu diperbaiki, sekaligus pijakan untuk membangun performa yang lebih baik pada pertandingan berikutnya.
Tantangan selanjutnya bagi PSS sudah menanti di laga home saat menghadapi Madura United FC, Sabtu (12/9) mendatang.