MALANG -- Kontribusi pemain Bali United FC dalam mencetak gol pada BRI Super League 2026/27 tidak hanya datang dari barisan penyerang. Kemenangan 3-1 atas Arema FC pada pekan kedelapan memperlihatkan bagaimana pemain sayap dan gelandang ikut menentukan hasil pertandingan.
Irfan Jaya menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dalam laga tandang tersebut dengan menyumbangkan satu assist dan satu gol dalam kemenangan tim.
Dengan memberikan umpan matang kepada Marko Dugandzic yang membuka keunggulan Bali United pada menit ke-40. Lima menit kemudian, dia ikut mencatatkan namanya di papan skor untuk membawa tim tamu unggul 2-0.
Sementara itu, gol ketiga Bali United lahir dari gelandang Teppei Yachida pada menit ke-67. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa ancaman tim tidak hanya bergantung pada pemain yang beroperasi sebagai penyerang.
Selain kontribusi Irfan Jaya, Pelatih Kepala Bali United, Johnny Jansen juga menjelaskan peran gelandang dalam membangun produktivitas gol. Salah satu pemain yang mendapat sorotan adalah Teppei Yuchida, yang saat ini menjadi pencetak gol terbanyak tim meski berposisi sebagai gelandang.
"Jika Mike Hauptmeijer bisa menjadi pencetak gol terbanyak di liga, saya akan melakukannya. Dia adalah penjaga gawang kami. Jika dia bisa mencetak gol di setiap pertandingan, kami tentu akan senang. Saya tidak peduli siapa yang mencetak gol," tutur pelatih asal Belanda itu.
"Namun, Teppei memiliki kualitas untuk bergerak di sekitar area kotak penalti. Dia juga mempunyai kemampuan untuk masuk ke dalam kotak penalti. Saya sebagai pelatih, dan juga bagi para pemain, hal yang penting adalah menempatkan mereka agar bisa memaksimalkan kualitas yang dimiliki," imbuhnya.
Menurutnya, pemain asal Jepang itu dapat bermain lebih tinggi untuk memberikan tambahan opsi serangan dari lini tengah. Pergerakannya juga memungkinkan pemain tersebut menemukan ruang sebelum masuk ke kotak penalti.
"Dia juga sangat tenang ketika berada di dalam kotak penalti dan melepaskan tembakan ke gawang," kata Johnny Jansen.
"Gol yang tercipta itu juga menggunakan teknik yang dalam bahasa Belanda kami sebut stift, atau chip. Itulah istilah yang tepat. Itu merupakan gol yang sangat bagus dan menunjukkan kualitas yang dimilikinya," imbuhnya.
Untuk itu selama mengarungi kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia ini, BRI Super League 2026/27, pendekatan pelatih berusia 51 tahun itu dapat berjalan maksimal kemampuan setiap pemain.
Baginya, peluang mencetak gol tidak harus selalu menjadi tanggung jawab penyerang, selama pemain lain memiliki kualitas dan ruang untuk memberikan ancaman.