SURABAYA -- Persebaya Surabaya terus mempersiapkan diri jelang bergulirnya Super League 2026/27. Setelah mengarungi turnamen pramusim, tim kembali dihadapkan laga uji coba internasional yakni menghadapi klub asal Malaysia, Penang FC di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (15/8) malam.
Untuk itu laga tersebut sekaligus dimanfaatkan pelatih Persebaya, Bernardo Tavares untuk memantau perkembangan kondisi Francisco Rivera dkk selama masa persiapan.
“Target kami adalah mencoba mengembangkan tim, bukan hanya individu. Tapi tentu saja kolektif karena ini adalah olahraga kolektif,” ujar pelatih asal Portugal itu.
“Kami akan mencoba melihat beberapa pemain yang mungkin tidak memiliki terlalu banyak menit bermain di pertandingan-pertandingan lainnya. Saya suka memberikan kesempatan kepada semua orang, jika mereka menunjukkan kepada saya di sesi latihan,” imbuhnya.
Namun disisi lain, dia juga tidak menampik bahwa Persebaya mengincar kemenangan di laga melawan Penang FC. Faktor bermain di kandang sendiri dan dukungan Bonek serta Bonita menjadi motivasi mendapatkan hasil sempurna di laga uji coba internasional ini.
“Harus kami coba menangkan sejak awal tiupan peluit wasit. Karena bukan berarti perubahan satu atau dua pemain dibandingkan dengan 11 pemain terakhir, menjadi alasan untuk tidak intens, tidak agresif, tidak menjadi Persebaya, tidak bermain sesuai identitas yang kita inginkan,” tutur Bernardo Tavares.
Sementara itu, pemain asing Persebaya Risto Mitrevski menilai laga melawan Penang FC harus dijalani dengan keseriusan yang sama seperti pertandingan lainnya.
Meskipun status pemain sebagai starter maupun cadangan tidak boleh mempengaruhi komitmen ketika mendapat kesempatan tampil. Seluruh pemain dituntut memberikan kemampuan terbaik di lapangan.
Selain itu dia juga mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terlalu lama berada dalam euforia setelah keberhasilan Persebaya meraih Piala Presiden. “Kami sangat senang dengan Piala Presiden, tapi itu sudah jadi sejarah. Sekarang kami akan bersiap untuk musim baru,” kata pemain asal Makedonia Utara itu.
Apalagi pada laga ini akan menjadi pertandingan spesialnya. Karena berhadapan dengan Dejan Tumbas, mantan pemain tim berjuluk Bajul Ijo yang kini memperkuat klub asal Malaysia tersebut.
“Mengenai Dejan Tumbas, saya senang untuknya karena dia telah menemukan klub, tapi kami adalah lawan, jadi pertemanan dikesampingkan,” pungkasnya.