Jalani Debut Bersama PSIM, Jop Van Der Avert Sangat Menikmati Indonesia

Jalani Debut Bersama PSIM, Jop Van Der Avert Sangat Menikmati Indonesia

16 Februari 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 PSIM YOGYAKARTA

YOGYAKARTA – Sosok pemain asing baru PSIM Yogyakarta, Jop Van Der Avert telah menjalani debutnya di laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/26. Dia sudah dimainkan saat PSIM tandang melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jumat (13/2) lalu.

Pemain berposisi bek tengah itu bahkan dimainkan 90 menit penuh oleh pelatih Jean Paul Van Gastel saat PSIM menahan imbang Persik dengan skor 2-2. Dia berduet dengan Franco Ramos yang dipercaya sebagai kapten tim PSIM.

Pemain berkebangsaan Belanda tersebut mengaku sedang membiasakan diri dengan kondisi di Indonesia. “Tentu saja ini pertandingan pertama, jadi saya rasa saya perlu membiasakan diri dengan sepak bola Indonesia. Semuanya berjalan lancar dan saya mulai terbiasa dengan cuacanya,” ujar Jop Van Der Avert.

Meskipun baru merasakan atmosfer pertandingan secara langsung, Jop mengaku telah lama memperhatikan perkembangan sepak bola di Indonesia.

“Saya banyak menonton pertandingan karena teman-teman saya juga bermain di Indonesia, jadi saya melihat beberapa laga, tapi selalu berbeda jika Anda sendiri yang berada di lapangan,” dia menambahkan.

Jop memberikan apresiasi terhadap kualitas kompetisi di Indonesia yang menurutnya terus mengalami peningkatan. Baginya, kehadiran banyak pemain asing menjadi nilai tambah yang memudahkan proses interaksi di dalam tim.

“Saya rasa liga ini sedang berkembang, jadi menurut saya itu hal yang sangat bagus. Saya rasa di sini lebih baik karena tim punya lebih banyak pemain asing, jadi saya bisa berkomunikasi dengan lebih mudah,” ungkap Jop.

Terkait proses adaptasi di luar teknis pertandingan, pemain kelahiran 11 Mei 2000 ini merasa sangat nyaman dengan lingkungan barunya. “Semuanya berjalan lancar. Saya mulai terbiasa dengan cuacanya. Lingkungannya menyenangkan, jadi ya, saya merasa sangat baik,” jelas Jop.

Dia juga menambahkan bahwa tantangan terbesar setiap pemain baru adalah proses mengenal seluruh anggota tim yang ada. Namun, faktor cuaca panas di Indonesia juga tetap dianggapnya sebagai aspek paling menonjol yang harus dihadapi oleh setiap pemain.