SAMARINDA - Laga terakhir pekan ke-34 BRI Super League 2025/26 menghadirkan tantangan besar bagi Malut United FC saat bertandang ke markas Borneo FC di Stadion Segiri Samarinda, Sabtu (23/5) sore.
Dimana laga ini bukan misi mudah, terlebih ketika tim datang dalam kondisi pincang. Namun bagi pelatih Hendri Susilo, situasi sulit bukan alasan untuk menyerah sebelum laga dimulai.
Malut United memang kehilangan banyak pemain penting jelang laga penentuan musim ini. Nama-nama seperti Yakob Sayuri, Yance Sayuri, Lucas Cardoso, dan Wbeymar Angulo harus absen akibat akumulasi kartu.
Sementara Alan Jose dan Tyronne del Pino masih berkutat dengan cedera. Belum lagi Ciro Alves yang mengalami masalah kesehatan serta Igor Inocencio yang tidak ikut bersama tim karena urusan keluarga.
“Kami membawa 16 pemain ke Samarinda karena ada beberapa yang cedera dan mendapatkan akumulasi kartu. Walau begitu, persiapan tim tetap berjalan baik dan semua pemain yang dibawa dalam keadaan siap untuk bermain,” tutur Hendri Susilo.
Apalagi Borneo FC dalam motivasi besar karena masih memiliki peluang menjadi juara. Sehingga membuat tekanan pertandingan semakin tinggi.
Namun dia menegaskan Malut United tidak datang hanya untuk bertahan. Dia ingin timnya tetap berani bermain dan mencoba membawa pulang poin dari Samarinda.
“Situasi pemain kondusif dan semua yang ada di sini dalam keadaan sehat. Kami datang dengan target untuk mencuri poin di kandang Borneo FC,” imbuhnya.
Target itu menjadi sangat penting karena hasil pertandingan akan menentukan posisi akhir Malut United di klasemen.
Saat ini tim berada di posisi ke-5 klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan perolehan 53 poin. Tim hanya terpaut dua angka dari Persebaya Surabaya di posisi ke-4.
Karena itu, tambahan angka bisa menjadi penentu Malut United mampu mengakhiri musim di papan atas.