Evaluasi Bali United, Mentalitas Jadi Sorotan Penyebab Tersandung di Momen Krusial

Evaluasi Bali United, Mentalitas Jadi Sorotan Penyebab Tersandung di Momen Krusial

6 Mei 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 BALI UNITED FC

BANGKALAN - Bali United FC gagal melanjutkan tren positifnya di BRI Super League 2025/26. Sebelumnya tim tampil konsisten namun pada pekan ke-31 kesulitan menemukan permainan terbaiknya.

Tim mengalami kekalahan 0-2 saat bertandang melawan Madura United FC di Stadion Gelora Bangkalan, Selasa (5/5) sore kemarin.

Gawang Serdadu Tridatu kebobolan cepat di menit ke-6 melalui Iran Junior yang langsung mengubah ritme pertandingan. 

Meski Sepanjang laga mampu menciptakan sejumlah peluang tetapi penyelesaian akhir kembali menjadi masalah klasik. Upaya demi upaya selalu kandas, baik karena penyelamatan kiper lawan maupun kurang tajamnya lini depan.

Di sisi lain, Madura United tampil lebih efektif. Mereka mampu memanfaatkan momen, termasuk gol kedua lewat penalti Brandao Junior di menit ke-77.

“Hasilnya tidak bagus, saya sangat kecewa dengan hasilnya karena menurut saya kami memainkan pertandingan-pertandingan terakhir dengan sangat baik,” ujar pelatih Johnny Jansen.

Menurutnya, kekalahan ini bukan semata soal teknis, melainkan sikap dan daya juang di lapangan.

“Sepak bola yang bagus, tapi hari ini tidak bagus. Saya pikir jika ingin memenangkan pertandingan seperti ini, itu dimulai saya sudah membicarakannya sebelumnya, mentalitas.”

“Ya, Anda harus menang jika ingin menang, Anda harus berjuang di setiap pertandingan dan setiap duel. Bahwa kami bisa bermain sepak bola, itulah yang saya tahu. Namun dalam hal sikap (attitude), ya kami tidak bagus,” ujarnya.

Kekalahan ini membuat posisi Bali United tertahan di papan tengah. Tim berada di posisi ke-8 klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan perolehan 45 poin.

Kini dengan hanya tiga laga tersisa, peluang menembus lima besar menjadi semakin berat. Untuk itu tiga laga sisa akan menjadi panggung pembuktian apakah tim mampu bangkit atau justru kembali terjebak dalam inkonsistensi.

“Target kami memang bisa di 5 besar, hanya hasil kekalahan ini membuat situasinya agak sedikit sulit. Fokus kami di laga berikutnya harus meraih kemenangan,” kata Johnny Jansen.

“Saya pikir sepanjang musim ini masalahnya adalah kami tidak mencetak banyak gol. Jadi itu salah satu hal yang saya lihat sepanjang musim. Ya, kami menciptakan peluang, kami menciptakan banyak peluang, tapi kami tidak mencetak banyak gol,” pungkasnya.