MALANG -- Andai Ditea Dwi Cahya tidak bermain gemilang menjaga gawang RANS Nusantara FC saat melawan Kendal Tornado FC pada Kamis (29/10) lalu dalam lanjutan pertandingan Pegadaian Championship 2026/27, bisa saja tren positif timnya terhenti. Bisa juga RANS Nusantara FC kalah dan kebobolan banyak gol.
Bagaimana tidak, sepanjang 90 menit, Kendal Tornado FC melesatkan 23 tembakan ke arah gawang, 11 di antaranya tepat sasaran. "Pertandingan sangat sengit sekali. Kedua tim tidak mau kalah," jelas Ditea.
Tapi berkat penampilan gemilangnya, gawang RANS Nusantara FC tidak kebobolan. The Phoenix berhasil menahan imbang Kendal Tornado FC tanpa gol. RANS Nusantara FC melanjutkan tren positif tidak kalah dalam beberapa pertandingan terakhir.
Berkat penampilan gemilangnya, kiper berusia 19 tahun itu dinobatkan sebagai Player of the Match. Dia jadi pahlawan timnya. "Saya senang, tapi menurut saya harusnya kami mendapat tiga poin," tegasnya.
Ditea menjelaskan hanya mencoba melakukan yang terbaik untuk timnya. Dia juga hanya melaksanakan tugas yang diberikan oleh pelatih. "Ya ini juga berkat motivasi serta doa orang tua dan kesempatan dari pelatih kepada saya," ucapnya.