BEKASI -- Pelatih Kepala Adhyaksa FC Bekasi, Widyantoro, tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya usai tim besutannya gagal mengamankan kemenangan pada pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/27. Bertanding di Stadion Patriot Candra Bhaga, Bekasi, tim Adhyaksa FC harus puas berbagi angka 1-1 saat menjamu Sumsel United pada Sabtu (24/10).
Adhyaksa FC sebenarnya berada di atas angin setelah unggul terlebih dahulu lewat eksekusi penalti Tatsuhide Shimizu pada menit ke-65. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata buyar seketika setelah pemain Sumsel United, Daffa Farros, mencetak gol penyeimbang di masa injury time.
Dalam sesi jumpa pers usai pertandingan, juru taktik yang akrab disapa Coach Widy ini secara terbuka mengevaluasi lini depan timnya yang dinilai gagal memanfaatkan sejumlah peluang emas sepanjang laga.
"Dari hasil pertandingan malam hari ini, saya sangat kecewa sekali. Itulah sepak bola, semua bisa terjadi. Banyak peluang yang seharusnya bisa menjadi gol, situasi one-on-one dengan kiper lawan, tetapi tidak dimaksimalkan," ujar Widyantoro.
Dia menegaskan bahwa jajaran pelatih sudah berulang kali mengasah penyelesaian akhir dalam sesi latihan. Menurutnya, kegagalan mengunci tiga poin di kandang sendiri tidak lepas dari faktor kualitas penyelesaian akhir para penggawa di lapangan.
"Padahal setiap hari kita drill latihan finishing. Kalau cuma sekali atau dua kali mungkin wajar, tetapi ini berulang kali gagal. Akhirnya kembali lagi ke kualitas pemain dalam mengeksekusi peluang," tambahnya.
Atas hasil yang kurang memuaskan ini, Widyantoro menyampaikan permohonan maaf kepada pihak manajemen dan para pendukung setia Adhyaksa FC yang sudah hadir memberikan dukungan.
"Terlepas dari itu semua, saya menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Klub, pemilik, dan seluruh suporter Adhyaksa FC atas hasil ini. Walau bagaimanapun, saya tetap berterima kasih atas perjuangan para pemain di lapangan," tutur Widi.
Menatap laga berikutnya menghadapi PSPS Pekanbaru yang sedang dalam tren positif, Widyantoro berjanji akan segera melakukan evaluasi menyeluruh, baik dari segi taktik, perombakan formasi, maupun mentalitas bertanding anak asuhnya.