BANDAR LAMPUNG – Kedatangan Moussa Sidibé ke Bhayangkara Presisi Lampung FC pada jendela transfer paruh musim BRI Super League 2025/26 terbukti menjadi game-changer. Pemain asal Mali ini tampil begitu dominan dan seolah tidak terbendung, membawa warna baru dalam lini serang tim berjuluk The Guardian tersebut.
Kehadirannya di putaran kedua tidak hanya mendongkrak performa tim, tetapi juga secara konsisten menempatkannya sebagai salah satu pemain terbaik liga. Sudah 12 gol dan 6 assist sejak ia bergabung di putaran kedua. Penampilan yang luar biasa dari Eks Johor Darul Takzim tersebut.
Meski bergabung di tengah kompetisi, Sidibé mengaku tidak menemui kendala berarti. Pengalamannya melanglang buana di berbagai kompetisi membuatnya mampu beradaptasi dengan cepat terhadap tensi tinggi sepak bola Indonesia.
"Saya sangat senang. Saya tahu saya bergabung dengan liga yang sangat kompetitif, dan saya telah beradaptasi dengan sangat, sangat baik. Saya bersyukur semuanya berjalan lancar," ujar Sidibé.
Bagi Sidibé, motivasi terbesarnya bukanlah sekadar statistik individu, melainkan keinginan untuk terus melampaui batas kemampuannya setiap hari.
"Berusaha menjadi lebih baik besok daripada hari ini adalah hal yang memotivasi saya. Saya akan terus bekerja keras," tegasnya.
Statistik menunjukkan bahwa lini depan Bhayangkara FC menjadi jauh lebih tajam sejak Sidibé menginjakkan kaki di lapangan. Pergerakannya yang liar dan akurasi umpannya sering kali membuat barisan pertahanan lawan kocar-kacir.
Saat ditanya mengenai perjalanan luar biasanya musim ini, pemain bernomor punggung 17 ini tetap merendah. Ia merasa masih banyak yang bisa ia berikan seandainya ia memiliki waktu lebih lama sejak awal musim.
"Mustahil untuk membandingkan karena setiap musim berbeda. Saya datang di tengah musim dan statistik saya memang seperti ini, tetapi saya tidak tahu apa yang mungkin terjadi jika saya memulai musim dari awal," ungkapnya.
Fokus utama Sidibé saat ini adalah membantu Bhayangkara FC menyelesaikan kompetisi di posisi terbaik. Ia menegaskan bahwa kerja keras tidak akan berhenti sampai peluit akhir musim dibunyikan.
"Tantangan dan tujuan saya adalah mencoba menyelesaikan liga dengan baik, baik secara pribadi maupun untuk tim saya, Bhayangkara FC. Saya akan tetap termotivasi dan terus mengejar impian," tutup pemain yang kini menjadi idola baru publik Lampung tersebut.