SURABAYA – Bruno Moreira, tak dapat menutupi kekecewaannya atas kegagalan Persebaya Surabaya meraih poin penuh pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/26. Persebaya ditahan imbang Dewa United Banten FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2) lalu.
Hasil yang terasa pahit karena dominasi di lapangan tak berbanding lurus dengan ketajaman di kotak penalti. Di hadapan Bonek dan Bonita, tiga poin yang diincar berubah menjadi satu angka yang menyisakan banyak pekerjaan rumah.
Secara statistik, Persebaya tampil lebih agresif dan menekan. Total tembakan 11 berbanding 4, peluang tercipta 5 berbanding 2, serta sentuhan di kotak penalti lawan mencapai 33 kali, jauh meninggalkan Dewa United yang hanya 16.
Bahkan aliran bola ke sepertiga akhir mencapai 52 operan, menegaskan intensitas serangan Bajul Ijo. Namun ironisnya, hanya dua tembakan tepat sasaran yang mampu dilepaskan, sama dengan yang diraih tim tamu, menjadi cermin masalah utama: penyelesaian akhir.
"Ya, ini bukan hasil terburuk, tetapi juga bukan hasil terbaik. Kami bermain di kandang di depan pendukung kami. Jadi kami (sebenarnya) mengharapkan tiga poin," ujarnya.
"Semua orang bekerja dengan keras, tetapi kami perlu menemukan cara untuk mencetak gol, untuk menjadi lebih baik," tambah Bruno, menekankan pentingnya efektivitas.
Hasil imbang kemarin masih membuat Persebaya tertahan di peringkat kelima klasemen sementara BRI Super League 2025/26 dengan 32 poin dari 19 laga. Tantangan berikutnya sudah menanti, di mana ketajaman lini depan kembali akan diuji pada laga tandang ke markas Bali United FC, Sabtu (7/2) mendatang.