Bali United Awali Musim dengan Tirta Yatra dan Doa Bersama

Bali United Awali Musim dengan Tirta Yatra dan Doa Bersama

16 Juli 2026

BRI SUPER LEAGUE 2025-26 BALI UNITED FC

GIANYAR – Musim baru 2026/27 belum dimulai, tetapi Bali United FC lebih dulu mempersiapkan diri dengan cara yang berbeda.

Bukan melalui latihan fisik dan taktik, tim mengawali perjalanan menuju kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia dengan memanjatkan doa bersama dalam tradisi Tirta Yatra.

Tradisi tahunan yang telah menjadi bagian dari identitas Bali United itu kembali digelar. Seluruh elemen tim, mulai dari manajemen, pelatih, pemain, hingga ofisial, mengikuti rangkaian persembahyangan di sejumlah pura sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus memohon restu sebelum mengarungi musim kompetisi.

Perjalanan spiritual dimulai dari tempat latihan, dilanjutkan ke Pura Er Jeruk, Stadion Kapten I Wayan Dipta, Pura Ulun Danu Batur, hingga berakhir di Pura Penataran Agung Besakih.

Tak hanya tim utama, kegiatan tersebut juga diikuti jajaran pelatih Bali United Academy dan Panpel pertandinga Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Di tengah persiapan menghadapi musim baru, Tirta Yatra menjadi momentum untuk memperkuat ikatan seluruh anggota tim yang berasal dari latar belakang budaya dan negara berbeda.

"Saya pikir ini kegiatan bagus sekali belajar budaya di Bali. Saya juga berbicara soal keyakinan kepada pemain dalam tim. Ini membawa kebersamaan dalam tim dan saya senang akan kegiatan ini," ujar pelatih Bali United Johnny Jansen.

Apalagi momen itu menjadi pengalaman kedua baginya bersama staf kepelatihan asal Belanda setelah musim lalu menjalani agenda serupa.

Termasuk sejumlah pemain asing yang memperpanjang kontrak seperti Tim Receveur, Mike Hauptmeijer, Joao Ferrari, hingga Thijmen Goppel juga kembali mengikuti rangkaian Tirta Yatra.

Sedangkan bagi gelandang asal Jepang, Teppei Yachida, pengalaman tersebut terasa lebih spesial. Setelah bergabung pada putaran kedua musim lalu, ini menjadi kali pertama dirinya mengikuti seluruh rangkaian persembahyangan di sejumlah pura di Bali.

Sementara itu di antara wajah-wajah baru Bali United, seperti Jort van der Sande. Tirta Yatra menjadi pengalaman pertamanya mengenakan busana adat Bali sekaligus mengunjungi sejumlah pura di Pulau Dewata.

"Saya pikir momen indah dalam budaya dan bisa lihat kebersamaan dalam tim saat ini. Saya memiliki pengalaman dalam hal budaya dan saya menaruh respek," kata pemain asal Bonaire berdarah Belanda itu.

Tidak hanya budaya, panorama alam Bali juga meninggalkan kesan tersendiri bagi pemain berusia 30 tahun tersebut. Saat rombongan berhenti untuk makan siang di kawasan Kintamani, dia mengaku terpukau dengan keindahan alam yang disuguhkan.

"Saya tahu beberapa pemain asing lainnya sudah pernah merasakan pengalaman ini. Kita memiliki harapan ke depan dengan mengunjungi beberapa pura dan beberapa tempat yang indah, termasuk alam ini (Kintamani). Sungguh, sangat indah pemandangan yang dimiliki pulau Bali ini," tutur Jort Sande.